Path Sepi Pengguna Asli Dari Amerika Serikat

Konfrontasi - Pamor Path sebagai media sosial mulai diterima masyarakat dunia. Namun, Path diyakini justeru kehilangan pengguna dari negara asalnya, Amerika Serikat.

Business Insider melaporkan Path memang menjanjikan pada awalnya sehingga investor pun berdatangan dan berinvestasi sampai puluhan juta dolar.

"Jika Anda bisa menciptakan Facebook lagi dari awal, akan seperti apa? Jawabannya mungkin sebuah situs pertemanan lebih erat. Di Facebook, news feed penuh dengan orang yang tidak begitu dekat. Path coba memecahkan masalah itu dengan membatasi koneksi teman," tulis Alyson Shontell di Business Insider.

Tapi mengapa kemudian Path gagal populer? "Ada yang mengatakan jejaring sosial sudah banyak dan tidak ada alasan pindah ke Path. Tapi ada isu besar. Jika user tidak punya teman sejati yang menggunakan Path, maka tidak ada alasan untuk memakainya," tulisnya.

Itulah mungkin yang memicu CEO Path Dave Morin menambah jumlah teman menjadi 500 saat ini. Meskipun tetap saja masih sulit untuk kembali memikat pengguna di AS. Padahal di sana, Path punya awal yang menjanjikan.

"Mungkin eksekusi strategi mereka kurang bagus, kemudian terlalu fokus pada desain ketimbang utilitas atau diferensiasi. Namun perlu diingat kalau Path belum mati. Mereka punya user dan masih punya waktu," tulis Michael Carney dari Pando Daily.

Apapun itu, Path memang tidak dapat dipungkiri melesat di Indonesia, sebuah kabar baik di tengah perjuangan mereka meraih popularitas di pasar lain. Dan Dave Morin pun menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pasar di sini.

"Hal terbesar yang bisa dikatakan tentang Path pada hari ini adalah mereka sangat besar di Indonesia. Perusahaan sepertinya sudah menerima hal itu sebagai takdir," tulis Michael.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...