20 October 2019

Mayoritas Warga Rusia Anggap Pendaratan NASA di Bulan Hoax

KONFRONTASI-Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan lebih dari setengah warga Rusia percaya bahwa astronot Amerika Serikat (AS) tidak pernah berada di bulan. Mereka juga meyakini pihak berwenang AS dan NASA menutupi fakta dengan memalsukan bukti pendaratan di bulan.

Dalam survei terbaru berjudul "Sains dan Masyarakat: Otoritas dan Kepercayaan," sebanyak 57 persen warga Rusia percaya bahwa misi ke bulan NASA adalah bohong dan bukti dari misi ini adalah palsu. Hanya 24 persen responden yang percaya bahwa misi ke bulan adalah nyata seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (28/7/2018).

Survei tersebut dilakukan para peneliti dari pusat penelitian opini publik yang dikelola Rusia, VTSIOM. 

Survei tersebut juga menyebutkan bahwa 65% dari mereka yang berpikir bahwa pihak berwenang AS berbohong tentang pendaratan di bulan memiliki pendidikan menengah.

Namun, Rusia tidak hanya curiga tentang misi bulan NASA. Sebanyak 59 persen dari peserta jajak pendapat berbagi pendapat bahwa para ilmuwan menyembunyikan kebenaran dari orang biasa. Bahkan, untuk masalah ini, di antara orang Rusia dengan pendidikan tinggi proporsinya sangat tinggi yaitu 45 persen.

Ketika menghadapi pertanyaan jika para ilmuwan memiliki beberapa pengetahuan obyektif tentang realitas, publik Rusia kembali terpecah. Sebanyak 42 persen setuju bahwa itu benar, sementara 41 persen mengatakan para ilmuwan tidak mengatakan kebenaran, meskipun dengan itikad baik.

Dalam jajak pendapat yang sama, tiga persen orang Rusia mengatakan bahwa mereka secara pribadi mendukung teori Bumi datar. 93 persen mengatakan bahwa mereka berbagi pendapat tradisional tentang Bumi sebagai planet berbentuk bola dan empat persen merasa terlalu sulit untuk menjawab pertanyaan itu.

Sejauh menyangkut alien luar angkasa, 45 persen dari peserta jajak pendapat mengatakan bahwa mereka percaya akan keberadaan peradaban luar angkasa dan 42 persen berpikir bahwa alien tidak ada atau karena alasan tertentu lebih memilih untuk tidak mengunjungi Bumi dan menghubungi manusia. Sedangkan 18 persen responden mengatakan pihak berwenang menyembunyikan bukti kunjungan asing dari masyarakat umum.(mr/snd)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...