21 September 2019

Makin Banyak Perusahaan Tolak Pasang Iklan di Youtube

KONFRONTASI-Setelah pemerintah Inggris dan perusahaan advertising GrupM Malaysia, makin banyak perusahaan yang ikut aksi memboikot YouTube. Perusahaan-perusahaan itu mengatakan tidak lagi percaya pada keamanan brand merek, saat beriklan di YouTube.

Dilansir melalui Sidney Morning Herald, perusahaan seperti Bunnings, Foxtel, dan Caltex menyusul tolak beriklan di YouTube. Mereka sepakat, jika Google kerap menampilkan iklan-iklan perusahaan di konten yang tidak pantas, baik terorisme maupun ekstremisme.

Selain tiga perusahaan itu, ada juga Vodafone, Nestle, Holden, dan Kia yang juga menahan tayangan iklan mereka di YouTube. Google dianggap lalai dan kurang memperhatikan konten di dalam YouTube, termasuk tidak jeli melihat konten yang dianggap membahayakan image merek-merek tersebut.

Sebelumnya, agensi iklan GrupM menyadari adanya kelalaian Google menaruh iklan-iklan di konten video terorisme dan ekstermisme. Dengan peletakan iklan seperti itu, sama saja Google mendukung aksi-aksi tersebut, bahkan cenderung memberikan donasi melalui bayaran YouTube ads kepada pemilik channel.

Agensi iklan itu mengimbau kepada Google untuk menekankan beberapa hal terkait iklan di YouTube. Pertama adalah membuka akses ke semua platform untuk teknologi verifikasi iklan yang dimiliki pihak ketiga. Ini untuk mencegah adanya penipuan iklan dan menjaga keamanan merek. 

Mereka juga meminta, Google menciptakan dan menekankan aturan dan pedoman yang lebih kuat untuk ketagorisasi dan kurasi konten.

Terakhir, merek mengharapkan Google melakukan demonetisasi terhadap keseluruhan konten video yang tidak bisa menjamin keamanan merek, terutama konten baru di YouTube.[mr/viva]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...