Lima Tahun Lagi, Penjualan Mobil Diprediksi Bakal Rontok

KONFRONTASI-Kelesuan melanda penjualan sektor otomotif tahun ini. Meski beberapa produsen mengatakan bahwa beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan penjualan, namun bila dilihat dari keseluruhan, penjualan mobil hingga pertengahan 2015 tidaklah sebaik tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga hampir di seluruh dunia. Turunnya harga minyak beberapa waktu lalu sempat memberi harapan naiknya penjualan mobil, namun ternyata tidak setinggi yang diinginkan.

Dilansir dari Autoevolution, Rabu 22 Juli 2015, sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang penyedia data, IHS Automotive, mengatakan bahwa lima tahun lagi, yakni pada 2020, penjualan mobil akan rontok usai mencapai titik tertinggi.

Titik yang dimaksud adalah 100 juta unit mobil, yang dijual di seluruh dunia oleh semua produsen otomotif. Setelah mencapai titik tersebut, penjualan diprediksi akan merosot tajam layaknya gunung es yang longsor.

Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, ternyata prediksi tersebut tampaknya akan terjadi sedikit lebih cepat. Hal ini dikarenakan, pada 2013 lalu, penjualan mobil di seluruh dunia sudah mencapai angka 82,8 juta unit, atau 82 persen dari titik maksimum.

Salah satu alasan merosotnya penjualan mobil adalah karena pengembangan jalan dan infrastruktur lainnya yang kalah cepat dengan produksi kendaraan. Selain itu, nantinya masyarakat diprediksi akan mengubah gaya hidupnya, dari yang membutuhkan mobil sebagai sarana transportasi menjadi gaya hidup yang hanya butuh mobilitas, tanpa peduli apa jenis sarananya.[mr/viva]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA