18 October 2019

Kena Sanksi Dagang AS, Huawei Prediksi Penjualan Smartphone Anjlok Hingga 60 Persen

KONFRONTASI-Tepat sebulan setelah Pemerintah AS memberi regulasi terkait larangan penjualan produk di negaranya, Huawei kali ini memberikan laporan mengenai ekspektasi penurunan penjualan mereka.

Huawei menyatakan bahwa mereka mempersiapkan penurunan penjualan smartphone internasional hingga 40 persen-60 persen.

Bloomberg melansir, pada tahun 2018 Huawei telah berhasil menjual smartphone sebanyak 208 juta di seluruh dunia, dan 50 persen dari angka tersebut merupakan penjualan di luar China.

Artinya, akan ada penurunan penjualan smartphone sekitar 40 juta hingga 60 juta unit pada tahun ini.

Perhitungan ini dapat dibilang masih cukup optimis, mengingat Huawei tidak akan menyertakan berbagai aplikasi Google pada smartphone baru mereka untuk konsumen internasional.

CEO Huawei Ren Zhengfei telah mengonfirmasi penurunan penjualan ini. Dia menyatakan bahwa penurunan pendapatan yang disebabkan oleh regulasi tersebut dapat mencapai US$30 miliar dalam dua tahun yang akan datang.

Dalam diskusi panel yang diadakan di Shenzen, China, bersama George Gilder selaku author-investor dan Nicholas Negroponte selaku pendiri MIT Media Lab, Ren tidak memprediksi dampak yang diterima oleh Huawei akan sebesar ini.

Laporan dari Bloomberg juga menyatakan bahwa Huawei akan memotong pengiriman smartphone terbaru mereka, Honor 20 yang akan diluncurkan di pasar Eropa mulai 21 Juni 2019 jika penjualan terhitung sangat rendah.

Hal ini dapat dipahami mengingat dua penyedia jasa telekomunikasi terbesar Prancis sama sekali tidak tertarik dengan Honor 20.

Hingga saat ini, belum ada informasi tentang peluncuran smartphone anyar Huawei itu di Indonesia. Kita tunggu saja informasi selanjutnya.[mr/inilah]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...