21 November 2017

Ini Alasan Kominfo Blokir Telegram

KONFRONTASI-Banyak pihak mempertanyakan alasan pemblokiran situs web Telegram. Tak sedikit yang mempertanyakan alasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang hanya memblokir situs web, bukan aplikasinya.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan, situs web memiliki fitur transfer file dalam ukuran besar dibandingkan via aplikasi. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk bertukar informasi lewat video.

"Pengguna bisa mengirimkan file hingga 1,5 Gigabyte. Di situlah mereka bisa bertransfer informasi, keunggulannya bisa dirasakan si pengirim," ujar pria yang akrab disapa Semmy saat memberi keterangan pers terkait pemblokiran Telegram di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (17/7/2017) malam.

Sebagaimana diketahui, Kemkominfo memblokir situs web Telegram sejak Jumat (14/7/2017) lalu. Menurutnya, situs web layanan pesan instan diblokir karena sering dimanfaatkan para teroris untuk menyebarkan propoganda hingga paham radikalisme.

"Pemblokiran ini peringatan keras demi menjaga keamanan dan menegakkan kedaulatan negara," tambah Semmy.

Sementara itu, Direktur Keamanan Informasi Kemkominfo, Aidil Chendramata menambahkan, pemblokiran situs web Telegram dinilai lebih mudah ketimbang aplikasi, karena situs web bisa diblokir lewat Domain Name System (DNS).

"Pemblokiran situs web lebih praktis karena tinggal memblokir DNS, sedangkan blokir aplikasi butuh usaha lebih besar. Urusannya sudah ke Internet Protocol (IP), rumit," ujar Aidil pada kesempatan sama.

Menurut Aidil, Kemkominfo telah mengamankan 17.000 halaman percakapan Telegram yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Sayang, pihaknya tidak mengizinkan awak media untuk melihat isinya.

"Sebagian besar isi percakapan itu tentang ekstrimis, cara membujuk orang menjadi teroris, hingga cara merakit bom lewat chat atau video. Tapi tak cuma itu, isi percakapannya juga ada yang tentang pornografi dan peredaran narkoba," jelasnya.[mr/lip6]

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...