Inggris Tuduh Twitter-Facebook Sarang Terorisme Maya

Konfrontasi – Facebook dan Twitter dituduh membantu kegiatan terorisme internasional. Badan intelejen Inggris menyatakan kedua perusahaan tekhnologi ini mengetahui gerakan teroris dunia maya.  

Direktur Government Communications Headquarters (GCHQ), Richard Hannigan menegaskan Facebook dan Twitter menyediakan wadah bagi para teroris dan kriminal. Gerakan terorisme dunia maya telah dipakai ISIS untuk mengancam masyarakat dan memancing aksi anarki lainnya.  GCHQ berharap kedua perusahaan media sosial ini memperketat pengawasan dan menutup akun mencurigakan.

"Di waktu sekarang ini, sudah saatnya mereka bekerja sama melawan itu semua meski harus mengorbankan ketidaknyamanan. Semua isu keamanan privasi itu tidak selamanya merupakan hak absolut," ujar Hannigan.

Hannigan mengatakan pihak pemerintah tetap bertindak tegas untuk menyelidiki akun tertentu apabila Facebook dan Twitter melawan hukum. Dia menilai hukum privasi yang diterapkan perusahaan IT harus mengalah pada kepentingan nasional dan global.

"Saya mengerti mereka mereka memiliki hubungan yang tidak mudah dengan pemerintah. Mereka mencoba untuk netral dan tidak bermain di ranah politik. Tapi dalam beberapa waktu belakangan, ini bukan soal konten ekstrim dan melanggar lagi melainkan fasilitas yang digunakan oleh terorisme dan kriminalitas," tegasnya.

"Konten online di website, yang berasal dari ekstrimis jihad, seperti Twitter, Facebook, dan WhatsApp semakin marak. Bahkan teroris bisa menyembunyikan identitas mereka dengan menggunakan perangkat enkripsi, yang sebenarnya hanya bisa digunakan oleh pemerintah," pungkasnya.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...