Siti Zuhro : Politik Indonesia cuma rebut kekuasaan

KONFRONTASI-Partai Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sudah berdamai di parlemen, sehingga diharapkan bisa bekerja membangun Indonesia lima tahun ke depan.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Politik Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, sejauh ini pembangunan partai politik belum menyentuh substansinya.

Menurut dia, partai politik sulit menjadikan dirinya partai kader karena didirikan dengaan nawaitu untuk mendapatkan kekuasaan semata.

"Parpol belum dibangun untuk menjembatani rakyat dan elite, antara rakyat dan penguasa," katanya kepada INILAHCOM, Minggu (16/11/2014).

Karena itu, lanjut Siti, tidaklah mengherankan kalau orientasi politikus lebih pada kekuasaan saja. Sebab, kekuasaan bisa jadi segalanya sehingga kalau tak berkuasa akan aneh, janggal dan membuat politikus tak percaya diri.

"Kekuasaan menjadi alat penting bagi politikus untuk memuaskan kepentingannya," ujarnya.

Ia mencontohkan pimpinan DPR tandingan. Apa maksud dan tujuannya membentuk itu kalau bukan untuk meningkatkan daya tawar kubu KIH? Buktinya, setelah KIH diakomodasi dalam alat kelengkapan dewan (AKD), rujuk pun terjadi.

Dengaan historis yang kurang baik tersebut, DPR periode 2014-2019 mendapat pekerjaan rumah tambahan yaitu mengembalikan kepercayaan publik.

"Mau tak mau trust building perlu dilakukan DPR, baik di internalnya sendiri maupun eksternal, memberikan kepercayaan publik yang kecewa melihat perilaku anggota dewan yang tak dewasa secara politik," tandas dia.(Inlh)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...