Waduh, Cantiknya Gadis di Perkampungan Muslim China

KONFRONTASI -  Nuansa Islami terasa begitu kental begitu tiba di perkampungan muslim, Wuzhong, China. Penduduk prianya menggunakan penutup kepala ala Arab, sedangkan wanita mengenakan jilbab, termasuk anak gadis dengan wajah cantiknya.

"Assalamualaikum," ucap salah seorang penduduk di perkampungan muslim China, di Kota Wuzhong, Senin (9/9/2013).

Inilah hal pertama yang menyambut detikTravel begitu menginjakkan kaki di sana. Terasa seperti berada di rumah sendiri. Itulah hal yang saya rasakan.

Ada banyak wanita berkerudung dan pria bertopi khas Arab di sana. Yang lebih membuat terasa seperti rumah sendiri, sambutan seluruh penduduk desa ini sangat hangat.

Baru juga masuk ke perkampungan ini, mereka langsung berjejer rapi di depan rumah masing-masing dan tersenyum. Semuanya mempersilakan kami berjalan masuk dan menjelajah kampung mereka. Bahkan, tak sedikit yang meminta wisatawan untuk masuk ke rumah penduduk.

Ya, China saat ini memang sedang mempromosikan wisata muslim di negaranya. Saya bersama rombongan ASITA Jakarta pun berkesempatan untuk mengunjungi berbagai objek wisata muslim di China.

Salah satu destinasi yang ditawarkan adalah berkunjung ke perkampungan muslim di Wuzhong.

"Ini adalah salah satu perkampungan muslim yang masih baru di China," tutur salah seorang pemandu wisata kami, Nadya, kepada detikTravel.

Di perkampungan ini, tinggal sekitar 90 rumah dengan jumlah penduduk 3.000 orang. Seluruhnya berasal dari Suku Hui yang merupakan penduduk China beragama Islam.

Sambil terus melangkahkan kaki masuk ke dalam perkampungan, tiba-tiba terlihat ada banyak anak perempuan berbaris rapi.

"Perkampungan ini punya sekolah khusus wanita. Ini anak-anak sekolahnya," ungkap Nadya.

Siswi sekolah wanita ini semuanya mengenakan jilbab jingga. Tubuh putih dan mulus mereka pun tertutup rapi dengan gamis hitam panjang. Satu kata untuk anak perempuan ini, cantik!

Sambil menunduk malu, mereka mengucapkan salam ke setiap turis yang datang. Pipi putih semuanya pun tampak memerah karena terpapar sinar matahari. Membuat semua orang semakin merasa gemas melihatnya.

"Kalau untuk anak laki-laki, semuanya sekolah di luar, bukan di sini," lanjut Nadya.

Tak ada bosannya melihat anak sekolah wanita ini. Satu per satu wisatawan yang datang menyelip di antara barisan siswi-siswi. Mereka pun berpose dengan gadis yang tetap menunduk malu.(Jft/Detik)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...