16 August 2018

Update Kasus Polisi Aniaya Pencuri di Minimarket -- AKBP Yusuf Tak Cuma Diperiksa Soal Indisipliner

KONFRONTASI -   Pemeriksaan terhadap oknum polisi AKBP M Yusuf yang viral karena kasus perlakuan kasar kepada pelaku pencurian di minimarket miliknya masih berlanjut. Tak hanya soal indisipliner, M Yusuf juga diperiksa terkait dugaan tindak pidana pemukulan yang ia lakukan.
 
Setelah sempat diperiksa di Polda Jawa Barat lalu ke Mabes Polri, AKBP M Yusuf kini sedang diperiksa di Polda Kepulauan Bangka Belitung.
 
Menurut Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP JF Panjaitan pihak nya sudah memeriksa AKBP M Yusuf terkait dirinya sebagai anggota Polri.
 
 
AKBP M Yusuf sendiri tiba di Polda Bangka Belitung pada Rabu (18/7/2018) dikawal oleh anggota Div Propam Polri usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.
 
"Kalo kita Bid Propam memeriksa dan memintai keterangan yang bersangkutan (AKBP M Yusuf-red) terkait pelanggaran dirinya sebagai anggota Polri," kata AKBP JF Panjaitan, Jumat (20/7/2018). 
 
Menurut AKBP JF Panjaitan selain menjalani pemeriksaan di Bid Propam AKBP M Yusuf juga menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait tindak pidana yang dilakukan yakni pemukulan yang dilakukan.
 
Untuk tindak pidana ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung.
 
"Untuk hasil pemeriksaan kita Bid Propam nantinya kalau sudah selesai kalo yang di Krimum tanyakan langsung sama pak Dir nya ya," kata AKBP JF Panjaitan.
 
Seperti diketahui AKBP M Yusuf menjadi sorotan setelah vidoe pemukulan yang dilakukannya ke seorang ibu dan anak menjadi viral di dunia maya.
 
Pemukulan dilakukan AKBP M Yusuf terjadi karena ia kesal setelah menangkap 3 pencuri yang beraksi di minimarket miliknya di Kawasan Selindung Pangkalpinang
 
 
 
AKBP M Yusuf emosi karena para pencuri bungkam dan tidak memiliki identitas sementara 4 orang rekan mereka melarikan diri.
 
Untuk kasus Pencurian yang ditangani oleh Polres Pangkalpinang sudah disidangkan dengan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.
 
Hakim PN Pangkalpinang memvonis bersalah dan menjatuhkan hukuman 1 bulan dengan percobaan 3 bulan.
 
 
Terkait video yang beredar luas, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Wakapolri Komjen Syafruddin secara tegas menyatakan akan memberikan sanksi kepada AKBP M Yusuf.
 
Kedua petinggi Polri tersebut bahkan menyatakan akan menyelidiki asal muasal dana berdiri minimarket milik AKBP M Yusuf.
 
Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian meminta agar peristiwa kekerasan fisik yang dilakukan polisi terhadap terduga pencuri di sebuah minimarket di Bangka Belitung tidak terulang.
 
Tito mengingatkan agar polisi tidak bersikap kasar dan sewenang-wenang dalam menghadapi pelaku tindak pidana.
 
"Promoter (profesional, modern, dan terpercaya) itu juga terkait budaya arogansi. Jangan sok-sok petugas lalu sewenang-wenang. Budaya kekerasan secara eksesif juga harus ditekan," ujar Tito di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, Senin (16/7/2018).
 
Menurut Tito, dalam kejadian di Bangka Belitung, AKBP M Yusuf yang bertugas di Pam Obvit Polda Bangka Belitung adalah pemilik minimarket.
 
Yusuf terpancing emosi karena perempuan yang diduga mengutil di dalam minimarket dianggap berbohong dan tidak mau mengakui perbuatan.
 
 

 

Meski demikian, Tito memastikan, tindakan Yusuf yang melakukan kekerasan secara fisik terhadap terduga pelaku tidak dapat dibenarkan.

 Tito kemudian mengambil tindakan tegas dengan mencopot Yusuf dari tugas-tugas dan jabatannya.

Hal itu berlaku hingga pemeriksaan oleh Propam Polri selesai.


Menurut Tito, tindakan represif dengan kekerasan baru bisa dilakukan jika terduga pelaku melakukan perlawanan, apalagi yang mengancam keselamatan jiwa petugas dan masyarakat umum seperti dalam kasus terorisme.

"Bagaimanapun juga, orang yang sudah menyerah, tidak mengancam keselamatan petugas dan orang lain, itu tidak boleh dilakukan dengan kekerasan. Itu prinsipnya," kata Tito.(Jft/BangkaPost)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...