Ular Piton 7 Meter Jadi Santapan Warga Riau

Konfrontasi - Seekor ular piton sepanjang tujuh meter dikonsumsi ramai-ramai warga Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Ular itu ditangkap dan dimakan usai menyerang seorang penduduk setempat.

Insiden itu berawal ketika Robert Nababan melintas di Desa Belimbing Areal sebuah perusahaan PT SSK, Inhu pada Sabtu (30/9/2017) pukul 10.00 WIB.

Saat itu, warga tak berkerumun tak berani melintas lantaran ada seeokor ular besar melintang di jalan. Dia pun menghubungi kawan-kawannya yang bekerja sebagai pemburu ular.

Robert yang merupakan seorang sekuriti ikut menangkap di bagian kepala. Tiba-tiba ular itu mengigit tangan kiri Robert. Dibantu temannya, pria tersebut kemudian mencoba melepaskan diri dari gigitan ular.

“Saya mencoba menangkapnya, tapi tangan saya digigit dan saya mencoba melepaskan,” kata Robert mengutip Detikcom.

Setelah berupaya keras, akhirnya Robert dan temannya bisa melepaskan gigitan ular setelah 10 menit. Korban Robert langsung dibawa RSUD di Pematang Rebah, Indragiri Hulu. Warga kemudian ramai-ramai membunuh ular tersebut.

Menurut Camat Batang Gansal, Elinaryon, kemungkinan tangan Robert harus diamputasi lantaran cedera parah. Elinaryon menjelaskan sudah ada 10 kali ular berukuran besar dijumpai tahun ini.

“Di musim kemarau mereka mencari minum, sedangkan di musim hujan mereka keluar untuk mandi hujan. Biasnya mereka memburu tikus di kebun sawit,” kata Elinaryon mengutip BBC Indonesia.

Dia tidak kaget saat ular piton itu dimakan setelah ditangkap warga. “Saya dengar dari beberapa teman daging ular rasanya sangat enak. Ular itu kan panjangnya tujuh meter, banyak sekali dagingnya!”

“Darahnya, banyak orang percaya, bisa menyembuhkan dan digunakan untuk obat,” papar Elinaryon.

Berita soal ular piton raksasa pernah muncul pada Maret 2017 lalu, tatkala seorang petani dilaporkan dimangsa secara utuh seekor ular piton sepanjang tujuh meter di Sulawesi. (lnsaindo/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA