Tangkap Mucikari di Tempat Pijat, Polisi Temukan Pelanggan Sedang Lakukan Hubungan Intim di Lobar

Konfrontasi - Polres Lombok Barat (Lobar) menangkap muncikari di sebuah tempat pijat di Jalan Raya sengigi desa batu layar Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lobar, Kamis (24/12/2020). Saat penangkapan, petugas menemukan pelanggan yang sedang berhubungan badan dengan seorang terapis.

“Terduga pelaku seorang perempuan berinisial KA, usia 36 tahun, warga Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar,” kata Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Dhafid Shiddiq dikutip dari website resmi Polda NTB, Jumat (25/12/2020).

Sedangkan korban antara lain berinisial K, laki-laki warga Lingsar, kecamatan Lingsar, dan L, perempuan beralamat Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar. Praktek prostitusi ini berkedok menyediakan tempat pijat tradisional dan lulur.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan informasi yang diperoleh oleh tim unit PPA sat reskrim Polres Lobar, bahwa di Mesyha Spa selain menyediakan tempat message tradisional dan lulur juga memudahkan atau memberikan kesempatan kepada para tamu untuk melakukan perbuatan prostitusi,” katanya.

KA yang berperan selaku mucikari mematok tarif sebesar Rp125.000. Jika ingin pelayanan berhubungan badan, pelanggan diminta membayar Rp500.000

“Bila tamu ingin melakukan hubungan seksual dengan terapisnya, maka dikenakan tarif sebesar Rp500.000,” ucapnya.

Sedangkan untuk tekhnis pembayaran, sebagian langsung dibayarkan kepada terapisnya dan sebagian dibayarkan oleh tamu yang datang. Pelanggan membayar dengan cara mentransfer ke nomor rekeningnya KA.

“Menindaklanjuti dari laporan informasi tersebut, unit PPA Sat Reskrim Res Lobar dibackup oleh tim Puma, langsung mengamankan KA,” ujarnya.

Selain KA, petugas juga mengamankan seorang laki-laki yang sedang melakukan hubungan seksual dengan seorang trapisnya.

“Selanjutnya terduga pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polres Lobar untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu buah kondom belum terpakai, Satu buah kondom telah terpakai yang berisi sperma, seprai, bantal dan guling, BH, celana dalam.

Termasuk uang sejumlah Rp798.000, satu buku tamu, tiga lembar bukti transfer, satu buah ATM Bank BRI dan 1 buah ATM Bank CIMB.

“KA, terduga pelaku Prostitusi ini disangkakan dengan pasal 296 jo 506 KUHP,” ujarnya. (inw/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...