Tak Didampingi Kuasa Hukum, Penemu Beras Plastik Tertekan dan Minta Maaf

Konfrontasi - Dewi Nurizza Septiani (29), orang pertama yang menemukan beras plastik di Bekasi yang berprofesi sebagai penjual bubur ayam dan nasi uduk di Perumahan Mutiara Gading Ruko GT Grande Blok F 19 RT 01/23, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, mengaku tertekan.

Dia merasa terbebani, dengan adanya informasi peredaran beras plastik ini. Sebab Dewi disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab dengan kehebohan ini, karena dia yang pertama kali memposting adanya beras sintetis di media sosial Facebook.

Perasaan ini disampaikan oleh Dewi setelah diperiksa penyidik Polresta Bekasi Kota pada hari ini, Jumat (22/5) kepada wartawan.

Dewi mengatakan, tidak berniat untuk mencari kehebohan atau mencari sensasi dengan adanya beras sintetis ini. Dia mengaku hanya mengingatkan ke masyarakat Indonesia terkait pengalamannya memasak beras yang berbahan sintetis.

"Saya cuma ingin mengingatkan beras yang saya masak ke masyarakat, bukan ingin membuat heboh masyarakat," kata Dewi.

Selain itu, Dewi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada warga Indonesia khususnya penjual beras berinisial S yang diduga menjual beras berbahan sintetis. "Saya tidak berniat untuk memojokkan pihak manapun," ujar Dewi.

Dewi mengatakan, akibat kejadian ini dia merasa tertekan, terutama saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polsek Bantargebang. Menurutnya, kasus ini pertama kali ditangani oleh Polsek Bantargebang, namun belakangan diambil alih oleh Polresta Bekasi Kota. Pertimbangannya, kasus peredaran beras sintetis ini menarik perhatian masyarakat luas.

Selama diperiksa penyidik Polsek Bantargebang, dirinya sempat tertekan secara psikologi, karena jika terbukti dia harus bertanggung jawab atas hebohnya peredaran beras oplosan ini. "Saya sempat tertekan karena tidak didampingi kuasa hukum, tapi Alhamdulillah saat dialihkan ke Polresta psikologi saya agak mendingan," jelas Dewi.

Merasa jiwanya tertekan karena tak didampingi kuasa hukum, Dewi berinisiatif meminta pendampingan hukum dari Lembaga Badan Hukum (LBH) Jakarta. "Sekarang saya sudah ada pendamping hukum dari LBH Jakarta, jadi tidak terlalu khawatir saat diperiksa," katanya. (mg/oke)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...