23 November 2019

Suami Menganggur, Ibu Muda Ini Terpaksa Curi Gelang Demi Beli Susu Anak

KONFRONTASI-Kesulitan ekonomi telah membuat Rani Apriani (23), ibu satu anak yang sedang mengandung janin usia 8 bulan, nekat mencuri perhiasan berupa gelang emas putih di Toko Emas milik Reni Indah Sari di kawasan Pasar 16 Ilir, Selasa (10/3).

Upaya itu gagal. Rani ditangkap. Mirisnya, dia mengaku mencuri emas itu untuk membeli susu anak perempuannya yang saat ini berusia 1 tahun.

"Suami saya sudah tidak bekerja sejak 6 bulan yang lalu. Anak saya perlu minum susu, jadi saya terpaksa melakukan ini," ujar Rani, yang menggunakan pakaian warna kuning. Terlihat perutnya sudah membesar. Rani menjalani pemeriksaan di Mapolres Palembang.

Rani, warga Jalan HR Ryacudu Lorong Garuda 2 Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, mengaku terpaksa mencuri karena kebutuhan hidup kian mencekik. Dia sebetulnya berdagang mie di sekolah kawasan Kelurahan 9/10 Ulu, tetapu modal usaha yang seharusnya terus berputar justru habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama buat susu anaknya dan janin yang ia kandung.

Siang itu, Rani sama sekali tak lagi punya uang untuk beli susu. Dia pergi ke Pasar 16 Ilir, lalu memutuskan untuk mencuri emas. Namun Rani tertangkap tangan oleh pemilik toko karena aksinya terekam cctv.

"Biasanya saya jualan, tapi hari ini tidak, karena modalnya habis. Rencananya emas itu selain untuk membelikan susu anak, juga akan digunakan untuk modal," kata Rani, sembari meneteskan air mata. Rani menangis. Terbayang anak di rumah urung minum susu, sementara dia terancam 'menginap' di sel tahanan.

Tak lama, Suani (53), ibu Rani, datang ke Mapolresta. Dia dapat kabar setelah Rani mengirimkan SMS. Ternyata Rani masih tinggal satu atap di rumah ibunya.

Suaini mengakui memang kehidupan ekonomi yang pas-pasan mereka alami sehari-hari. "Sebenarnya saya malu bercerita seperti ini. Saya ini sebenarnya menjadi tulang punggung keluarga, karena sudah lama suami saya tidak bekerja," ujarnya.

Suaini menghidupi Rani dan adiknya dengan bekerja sebagai penjual sayuran."Cukup tidak cukup, ya, mesti dicukupi," katanya.

Aan, suami Rani, ikut menjenguk istrinya di Polresta Palembang. Dia membantah tidak mencukupi kebutuhan rumah tangganya, walaupun memang dia mengakui sudah tiga bulan terakhir tidak bekerja.

"Lapangan pekerjaan susah sekarang ini. Nyari pekerjaan sebagai buruh bangunan saja tidak dapat-dapat," ujar pria tamatan SMP ini.

Kini Rani pun terpaksa menginap di Polresta Palembang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat ini, Rani tengah menunggu kelahiran buah hatinya yang kedua. Janin yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini tinggal menunggu hari akan lahir. Namun dirinya saat ini masih berurusan dengan kepolisian.

"Kebetulan beberapa minggu kemarin mendapat rejeki jadi bisa USG dan kata dokter anaknya laki-laki," ungkapnya.

Namun yang jadi masalah, pihak korban yakni Reni belum mau memaafkan perbuatan Rani, dan proses hukum terus berlanjut.

"Anak saat ini tinggal sama ibu, dan saya berharap bisa cepat keluarlah, sudah kangen sama anak," katanya.[mr/tribun]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...