Satu Tahun Jual Burung, Guru Honorer di Agam Ditangkap Polisi

Konfrontasi - Tim gabungan dari Polres Agam dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menangkap penjual hewan langka dan dilindungi. Pelaku diketahui seorang guru honorer di berinisial MP (31).

Kasat Reskrim Polres Agam AKP Farel Haris mengatakan, pelaku merupakan guru honorer Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Padang Pariaman. Dia tercatat sebagai warga Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman.

"Dia ditangkap karena menjual burung tiong emas dan nuri kalung ungu melalui media sosial Facebook," kata Farel, Sabtu (18/7/2020).

Farel menambahkan, penangkapan pelaku berawal dari informasi dari masyarakat terkait ada perdagangan satwa dilindungi menggunakan media sosial Facebook.

Setelah menerima laporan, tim gabungan mencoba menghubungi nomor yang dicantumkan di akun Facebook tersebut.

"Kami pura-pura akan melakukan transaksi dengan pelaku," kata dia.

Pelaku yang tak curiga akhirnya menyetujui transaksi dua burung itu. Pelaku menjual burung itu dengan harga Rp2,3 juta. Ketika tiba di lokasi, pelaku langsung ditangkap beserta barang bukti dua ekor burung.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah melakukan perdagangan satwa dilindungi sejak satu tahun terakhir. Dia sudah menjual sekitar 30 ekor burung. Satwa dilindungi itu diperoleh dari berbagai daerah dan dijual dengan keuntungan Rp300 ribu per ekor.

"Kami sedang melakukan pengembangan terkait orang yang menyuplai satwa itu dan ini merupakan sindikat perdagangan satwa dilindungi," kata Farel.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo Pasal 40 Ayat 2 Undang-umdang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Sementara kedua satwa dilindungi itu diserahkan ke BKSDA Resor Agam untuk dipelihara sebelum dilepas liarkan. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...