11 December 2019

Satelit Deteksi 63 Titik Api di Barito

KONFRONTASI-Sebanyak 63 titik api kembali terdeteksi melalui satelit Terra/Aqua (NASA), wilayah kabupaten di daerah aliran Sungai Barito, yakni Kabupaten Barito Utara, Murungraya, Barito Timur dan Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Titik api, pada Selasa (6/10) sampai pukul 06.00 WIB pagi di empat kabupaten itu meningkat dibanding beberapa hari lalu," kata Sekretaris Manggala Agni pada Kantor Seksi Konservasi Wilayah IV Muara Teweh, Aswaludin di Muarateweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (6/10) pagi.

Manggala Agni Muara Teweh juga beroperasi di Puruk Cahu Kabupaten Murungraya, Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, dan Buntok Kabupaten Barito Selatan.

Menurut Aswaludin, titik panas di wilayah Barito utara melalui satelit Terra terpantau 31 titik api, Murungraya ada 30, dan Barito Selatan dua titik api, sedangkan Barito Timur nihil.

Sementara, untuk titik panas yang dideteksi satelit NOAA18 pada waktu dan hari yang sama untuk wilayah Barito, tidak ada atau nihil.

Dia mengatakan, titik api hasil deteksi satelit ini sebagai acuan pihaknya untuk mengecek hot spot, apakah merupakan kawasan hutan atau lahan yang terbakar atau bukan.

"Bisa saja deteksi satelit itu merupakan lahan atau kawasan berpasir yang bisa menimbulkan hawa panas atau rumah warga yang atapnya dari seng, namun hasil deteksi itu merupakan data valid sebagai acuan kami untuk mengecek lokasi," kata Aswaludin.

Sementara, berdasarkan pantauan di Muara Teweh, kabut asap mulai bertambah pekat jika dibandingkan dengan kemarin, Senin (5/10).

"Pagi ini kabut asap bertambah parah dibanding Senin, yang kabut asap berkurang dan cuaca cerah," ujar seorang warga Muara Teweh, Dadang Irawan.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muara Teweh, Sunardi mengatakan, kabut asap pagi ini menyebabkan jarak pandang permukaan hanya 100 meter (m), dengan jarak pandang vertikal 180 feet , sedangkan Senin pagi, jarak pandang 600 m.

"Memang kabut asap ini bertambah dibanding hari kemarin, meski di Muara Teweh turun hujan dengan intensitas ringan sekitar 2,5 milimeter pada Selasa (6/10) pukul 02.00 WIB dinihari," kata Sunardi.[mr/bst]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...