Sampah Semarang Membludak, Capai 1200 Ton per Hari

Keberadaan sampah selalu menjadi hal yang krusial bagi pemerintah, terlebih bagi kota yang berkembang seperti kota Semarang. Banyaknya sampah yang dihasilkan menjadi pekerjaan besar pemerintah dalam hal pengolahan.

“Setiap harinya dari total 1.200 ton sampah yang dihasilkan dari seluruh kota Semarang, 800 tonnya masuk ke TPA Jatibarang, sedangkan sisanya dikelola kelompok swadaya masyarakat, bank-bank sampah,” ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang Ulfi Imran Basuki.

Hal ini diungkapkan Ulfi saat mendampingi Penjabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto meninjau lokasi TPA Jatibarang, Selasa (3/11) kemarin.

Menurutnya, dari 800 ton sampah yang masuk setiap harinya ke TPA Jatibarang, 350 tonnya yang diolah pupuk 200 ton pupuk organik dan energi gas jenis metan.

Untuk energi gas metan, sekarang baru digunakan keperluan memasak 20 Kepala Keluarga (KK) warga Jatibarang. Di angaran perubahan 2015 ini akan dikembangkan lagi untuk 70 KK baru. Pemanfaatan energi gas metan ini gratis, meskipun busa beroperasi 24 jam dan kualitasnya lebih baik dari gas elpiji.

‘’Sampah di TPA Jatibarang ini setiap hari sudah menghasilkan 72 m3 gas metan yang bisa disalurkan ke 100 rumah warga. Setiap satu meter kubik (m3) gas metan setara dengan energi yang dihasilkan 0,48 kilogram gas elpiji. Karena dulu masih uji coba, baru sekitar 20 warga yang memanfaatkan,’’ terangnya.

Sedangkan sampah yang diolah menjadi pupuk organik, saat ini sudah mencapai 350 ton per hari yang dilakukan oleh pihak ketiga yaitu PT Narpati. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik juga sedang berusaha dikembangkan kapasitasnya menjadi lebih banyak.

‘’Kontrak kita dengan PT Narpati selama 25 tahun hingga kalau tidak salah tahun 2030,’’ kata Ulfi.

Pupuk organik hasil olahan sampah dan limbah di TPA Jatibarang

Sementara Pj Wali Kota Tavip Supriyanto mengatakan, kunjungannya ke TPA Jatibarang sebagai tindak lanjut atas rencana implementasi kawasan eco distrik di Kota Semarang. Program tersebut dari Pemerintah Perancis yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

‘’Selama beberapa hari kemarin Saya baru dipanggil ikut ke Perancis untuk melihat bagaimana pengelolaan kota hijau dan berkelanjutan, yang rencana akan diimplementasikan di 8 kota di Indonesia termasuk Kota Semarang,’’ terangnya.

Sebagai tindak lanjut, dirinya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengolahan limbah terutama sampah yang ada di kotanya. ‘’Rabu siang Saya akan presentasi memaparkan masalah lingkungan yang berkelanjutan di depan Kementerian Lingkungan Hidup. Kalau saya tidak terjun langsung, saya tidak akan tahu permasalahannya,’’ ungkapnya. (Bj)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...