20 August 2018

Remaja Ditembak Usai 'Maling' Rambutan

Konfrontasi - Seorang bocah menderita karena ditembak setelah ketahuan mengambil tiga buah rambutan di sebuah pekarangan warga di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Rahang kanan korban tertembus peluru.

Si bocah yang berinisial SH (15 tahun) kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rubini Mempawah. Dia masih terbaring lemah di bangsal perawatan. Rahang kanannya bengkak karena peluru yang masih bersarang dalam daging.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 9 Desember 2014. Si bocah diduga mengambil tiga buah rambutan tanpa seizin warga pemilik pekarangan, yakni MD Hutasoit. Dia beraksi bersama seorang temannya. Seketika itu pula tiga tembakan peluru senapan angin bersarang di rahangnya.

Bocah itu bercerita, ketika mendengar suara tembakan, mereka berusaha lari. “Ternyata tak cukup sekali suara tembakan itu kembali muncul,” ujarnya di Rumah Sakit, Rabu, 10 Desember 2014. Meski sudah di luar pagar, dia dan temannya kembali diberondong dua tembakan.

“Tembakan pertama, kena pagar rumah. Kami langsung lari memutar lewat belakang. Eh, ada lagi suara dor. Yang nembak dari jendela, tapi orangnya enggak jelas,” katanya. Belum sempat melarikan diri, tembakan kedua mengenai rahang kanannya. Dia pun tumbang.

Temannya berhasil kabur. Sedangkan SH terkapar di jalan itu tapi masih sadar dan berusaha lari ke rumah.

Orang tua bocah itu, A, mengaku tidak menyangka hal yang dialami anaknya. “Permasalahan ini tidak bisa langsung damai. Kita serahkan ke Polisi. Saat ini saja, kami kekurangan biaya untuk pengobatannya. Kok tega-teganya sampai menembak, padahal anak kecil, dan yang diambil juga tiga buah.”

Bocah itu sudah menjalani operasi. Kondisinya masih mengkhawatirkan. Rencananya, hari ini akan kembali dioperasi untuk mengambil sisa proyektil yang belum bisa ditemukan. Peluru itu pecah dan mengenai tulang rahang si bocah. Jika tidak bisa dikeluarkan, dampaknya bisa infeksi.

Rumah sepi

Rumah pemilik pekarangan rambutan itu, di Jalan R Sujarwo Kelurahan Terusah, Kecamatan Mempawah Hilir, ramai didatangi warga. Polisi menyisir pekarangan rumah. Suasana rumah sepi namun jendela kamar bagian depan terbuka. Hanya ada dua kendaraan terparkir di garasi.

Polisi berusaha menemui pemilik rumah namun tidak membuahkan hasil. Polisi akhirnya mencogkel dan mendobrak pintu belakang.

Ditemani Ketua RT setempat, Polisi langsung masuk ke rumah. Mereka memeriksa rumah namun hanya mendapati sebuah senapan angin, dan satu kotak peluru.

Boby Mario Hutasoit, anak MD Hutasoit, tidak ada di dalam rumah. Ayahnya sedang bepergian ke Medan. Boby bekerja sebagai kasir di RSUD Rubini Mempawah.

Menurut Ketua RT, Boby memang pernah memberikan peringatan kepada warga, jika ada yang mencuri buah-buahan di pekarangan rumahnya akan ditembak.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...