Rakyat Butuh Dana untuk Bertahan Hidup, Potensi NSF Perlu Dicoba

KONFRONTASI- Pemerintah mengaku tidak cukup dana (uang) untuk mengatasi krisis ekonomi dan wabah Corona,sedangkan rakyat susah dan sengsara serta hadapi krisis kepemimpinan dan kenegaraan. Di tengah era pandemi Corona dan krisis ekuin ini, banyak rakyat kita butuh bantuan dana  untuk bertahan hidup.

Untuk itu, pegiat sosial  jebolan ITB dan AS Ir Imbang Djaja mengharap dan mendorong Indonesia  ikhtiar di era krisis ekuin dan bencana ini mengajukan pinjaman  ke National Standard  Finance (NSF) USA, yang jelas  di luar IMF/WORLD BANK. ‘’ Potensi NSF perlu dicoba, colateralnya pakai milik para pihak yang  saya lobi dan mereka komit bantu rakyat, dan saya sudah berbicara dengan mereka,  dengan komitmen collateral dari mereka lebih dari US$1 Trilyun dan siap menggunakan colateral (agunan) itu utk memberi pinjaman US$500 milyar dari NSF bagi rakyat Indonesia (bukan utk pejabat/oknum elite penguasa ). Dan  prosesnya sekitar 21 -31 hari, dan tergantung kebutuhan kita . Saya saat ini punya kuota NSF $500 milyar yg siap dipinjamkan ke NKRI. Para pemilik collateral siap dipinjam collateral nya, semua memang ada bunga yg harus dibayar, tapi dengan  ''finance engineering'', pengusaha, negara  atau pihak swasta peminjam ke NSF tidak harus membayar bunga, namun pinjaman pokok-nya bisa dipakai selama 25-30th, mari ikhtiar.,’’ kata Imbang yang mengakui sebagai insan biasa dan tak populer di masyarakat.

Keluarga Imbang  bergerak di bidang pendidikan dan mengelola sekolah  di Jakarta dan punya jaringan pesantren, namun semua terpukul wabah Corona dan krisis ekuin. ''Saya mengakses NSF, tak punya relasi di IMF/Bank Dunia,''ujarnya.  

Kembali ke soal NSF, agar semua pengusaha, pemimpin, pejabat, bankir  dan orang tahu tentang NSF (https://www.nationalstandardfinance.com/about/firm/) , silakan buka website NSF. Kemudian tanyakan langsung ke CEO-nya (Russel Duke), selengkapnya: Russell Duke, President & Chief Executive Officer, National Standard Finance LLC, National Standard Global Management, 1201 W. Peachtree Street, Atlanta, Georgia 30309, USA +1-404-795-5051, +1-404-374-5145, RDuke@NatStandard.com (www.NatStandard.com)  tentang NSF dan soal Swiss Key Trading-SKT  (https://www.moneyhouse.ch/en/company/swiss-key-trading-sa-13163584451 ), dimana Imbang Djaja dapat membantu prosesnya untuk Indonesia dan Asia Pacific.

Boleh saja  swasta, BUMN atau pemimpin verifikasi sendiri NSF/SKT itu, silakan semua pihak yng butuh, langsung mengontak/menghubungi NSF/SKT secara mandiri,  tanpa  meminta  keterlibatan/partisipasi  Imbang Djaja. 

''Itu silakan saja, yang penting rakyat ditolong,''imbuh Imbang

‘’ Bisa juga BUMN dan swasta/pejabat/pemimpin ajukan pinjaman  sendiri ke NSF tanpa melibatkan saya, dan saya persilakan karena menurut NSF dananya ada dan cukup untuk Indonesia. Silakan hubungi langsung NSF/SKT dan tidak usah libatkan saya, yang penting rakyat  dan negara selamat dalam pertarungan perang asimetris tingkat  global via perang senjata biologis (nubika) Corona ini,'' ’kata Imbang

 ‘’Kami  sudah mengakses ke NSF dan pemilik collateral yang saya lobi memang siap sedia untuk bantu RI, jadi tinggal pihak BUMN (pemerintah) dan KADIN memilih perusahaan perusahaan yg mau jadi  instrumen rakyat/negara dalam mendapatkan pinjaman NSF US$500 Milyar  demi kebutuhan  rakyat (bukan oknum elite pejabat) secara nasional, dengan menimbang penuh kebutuhan mayoritas rakyat  yang susah dan  sengsara.Saya saat ini punya kuota NSF $500 milyar yg siap dipinjamkan ke NKRI. Para pemilik collateral siap dipinjam collateral nya, semua memang ada bunga yg harus dibayar, tapi dengan  ''finance engineering'', pengusaha, negara  atau pihak peminjam ke NSF tidak harus membayar bunga, namun pinjaman pokok-nya bisa dipakai selama 25-30th.,’’ kata Imbang, mantan eksekutif di korporasi ARCO di Amerika Serikat. 

''Sayang waktu dan kesempatan bagi RI makin menipis dan saya cemas dan gelisah bahwa nasib rakyat makin sengsara dan negara tak hadir optimal karena berbagai kelemahan dan kegagalannya,'' ujar Imbang pasrah. ''Saya prihatin dan mohon negara hadir menolong rakyatnya secara nyata, saya tahu NSF maka saya infokan, mungkin bermanfaat,''imbuhnya.

Imbang Djaja: NKRI Bisa Hancur Seperti Sriwijaya dan Majapahit ...

Sejauh ini Menkeu Sri Mulyani/Presiden Jokowi konon hanya mendapat pinjaman IMF/World Bank untuk stimulus US$600 juta, tidak akan cukup dan jauh dari kebutuhan yang riil sekitar 200 juta rakyat kita menengah ke bawah dari total 271 juta penduduk  Indonesia. 

(sumber2/gr/ld)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...