24 May 2019

Protes Keras Pemecatan Buruh Sawit PT. SMS

KONFRONTASI -  Pada Rabu, 09 Januari 2019, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Sawit Mas Sejahtera (SMS), anak perusahaan Sinar Mas Group yang beroperasi di Sungai Laru, Lahat, Sumatera Selatan, memecat buruh perkebunan dan anggota serikat buruh GSBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia), Fauzi Aswar.

Manager Personalia PT. SMS – SKME, menjelaskan alasan pemecatan tersebut merupakan keinginan pimpinan perusahaan di Jakarta karena aktifitas  Fauzi Azwar, yang turut menandatangani Surat Terbuka Kepada Presiden RI, Presiden Dewan Uni Eropa dan Pimpinan Negara Anggota Uni Eropa terkait Dampak Industri Perkebunan Kelapa Sawit (Mei 2018). Sikap dan dukungan Fauzi dianggap tidak sejalan dengan kepentingan dan tujuan perusahaan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI, Jakarta), Rudi Daman, menjelaskan pemecatan perusahaan PT. SMS ini diduga karena aktifitas Fauzi yang aktif menyuarakan dan membela hak-hak buruh sawit, seperti tuntutan kenaikan upah, jaminan sosial dan keselamatan kerja. Sebelumnya kebijakan pemecatan dilakukan perusahaan PT. SMS – SKME terhadap buruh pada tahun 2017.

“Perusahaan memecat aktifis buruh untuk menggembosi hak kebebasan buruh untuk berekspresi, berpendapat dan berorganisasi”, kata Rudi.

Gabungan pimpinan dan aktifis dan organisasi buruh, petani, masyarakat adat, pembela HAM dan lingkungan, mengirimkan surat protes keras kepada pemimpin perusahaan Sinar Mas Group di Jakarta dan PT. SMS di Lahat, Sumatera Selatan. Surat tersebut mengecam kebijakan pemecatan buruh yang sewenang-wenang.

Keputusan dan tindakan pemecatan tersebut dilakukan secara sepihak dan merugikan hak-hak buruh maupun keluarganya. Praktik pemecatan tersebut merupakan bagian dari cara-cara jahat, tidak bertanggung jawab dan curang untuk mengeksploitasi buruh murah dan tindakan diskriminatif, yang melanggar peraturan perundang-undangan dan standar perkebunan berkelanjutan.

Dalam surat tersebut disampaikan permintaan agar pihak perusahaan PT. SMS – SKME, sebagai bagian dari anak perusahaan Sinar Mas Group dan anggota RSPO, seharusnya patuh pada peraturan perundang-undangan dan komitmen atas kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Karenanya, kami mendesak perusahaan untuk mempekerjakan kembali buruh yang dipecat dan memenuhi seluruh hak-hak buruh, serta konsisten melindungi dan menghormati hak-hak buruh.(Jft/PUSAKA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Kamis, 23 May 2019 - 19:00
Kamis, 23 May 2019 - 18:36
Kamis, 23 May 2019 - 18:07
Kamis, 23 May 2019 - 17:57
Kamis, 23 May 2019 - 16:59
Kamis, 23 May 2019 - 15:59
Kamis, 23 May 2019 - 15:57
Kamis, 23 May 2019 - 14:59
Kamis, 23 May 2019 - 14:57
Kamis, 23 May 2019 - 13:59
Kamis, 23 May 2019 - 13:57
Kamis, 23 May 2019 - 13:32