Preman Muda berinisial HN Alias Yang Bengis dari Garut Dibekuk Polisi, Ini Sepak Terjangnya

KONFRONTASI -  Petugas Tim Resmob Satreskrim Polres Garut, Kamis 5 Desember 2019 membekuk preman yang dikenal sangat bengis.

Preman berinisial HNP alias Ikal (20) ini padahal baru sekitar dua minggu keluar dari penjara.

Di Garut, khususnya di wilayah Tarogong, nama Ikal sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat. Sejak masih usia remaja, ia dikenal sudah menjadi preman yang sadis dan bengis.

Saat ia masih berusia 14 tahun, tepatanya sekira tahun 2015 lalu, nama Ikal menjadi topik pembicaraan masyarakat karena dikabarkan telah membacok preman jalanan yang usianya sudah dewasa.

Hal itu dilakukan Ikal di kawasan Cipanas Tarogong dan perbuatannya dipicu rebutan seorang pemandu lagu karaoke.

Selang satu tahun kemudian, warga kembali dibuat heboh dengan kabar pembacokan yang dilakukan Ikal terhadap pimpinan salah satu geng motor di wilayah Garut Kota.

Ikal pun kemudian diburu polisi akan tetapi ia seolah raib entah ke mana.

"Sejak tahun 2016, HNP alias Ikal ini masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) atau menjadi buronan Polres Garut," ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP maradona Armin Mappaseng, Jumat Desember 2019 seperti dilaporkan wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.

Sampai akhirnya, tutur Maradona, pihaknya mendapatkan laporan jika Ikal bersama seorang temannya berinisial R alias Gaga (22), Rabu 4 Desember 2019 malam, kembali melakukan penganiayaan terhadap seorang warga di kawasan Tarogong.

Polisi langsung bergerak mencari keberadaan Ikal akan tetapi saat itu Ikal sudah berhasil kabur.

Pada Kamis 5 Desember 2019, petugas mendapatkan informasi jika Ikal saat ini tengah berada di sebuah penginapan di kawasan Cipanas, Tarogong Kaler.

Petugas bergerak menuju penginapan yang dimaksud dan langsung melakukan penyergapan terhadap Ikal.

Dikatakan Maradona, proses penangkapan Ikal yang dikenal sebagai preman cilik berjalan dramatis.

Petugas menangkapnya dengan persenjataan lengkap karena selama ini tersebar informasi bahwa Ikal seringkali membawa benda yang mirip senjata api dan senjata tajam.

"Ikal ditangkap petugas tanpa sempat melakukan perlawanan karena memang saat itu ia sedang dalam kondisi tidur. Ia ditangkap di penginapan yang ada di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler pada Kamis sore kemarin," katanya.

Maradona menyebut, dari informasi yang didapatkannya Ikal ini baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Bandung.
Ia baru berada di luar Lapas sekitar dua minggu akan tetapi sudah berulah kembali dengan melakukan penganiayaan terhadap warga.

Maradona mengatakan, Ikal ditangkap polisi dan kemudian ditahan di Lapas Bandung karena telah melakukan penikaman terhadap seseorang pada 2017 lalu.

Saat itu Ikal mendapat hukuman penjara 2,6 tahun.

"Baru dua minggu keluar dari penjara di bandung, Ikal sudah kembali melakukan kejahatan yakni menganiaya warga sehingga kini kembali harus berurusan dengan hukum. Ia tak henti-hentinya melakukan kekerasan dengan melakukan penganiayaan dan aksinya ini terbilang sadis dan bengis," ucap Maradona.

Terkait dugaan adanya senjata api yang selalau dibawa Ikal ke manapun ia pergi, disampaikan Maradona, setelah diperiksa ternyata itu adalah airsoft gun.

Polisi turut mengamankan sebilah senjata tajam jenis golok yang diduga sering digunakan Ikal untuk melakukan penganiayaan.

Atas perbuatannya itu, Ikal dijerat pasal dalam Undang-undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam dan pistol airsoft gun dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, polisi juga menjeratnya dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.(Jft/PR)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA