Polres Depok Dalami Barang Bukti Sobekan Kertas Bertuliskan Tiga Juta Rupiah

Konfrontasi - Polisi masih berupaya menguak misteri kematian dua perempuan kakak beradik, yang jasadnya ditemukan tewas di atas ranjang kamar rumah mereka di Depok, Jawa Barat. Polisi mendalami keterangan lima saksi berikut sejumlah alat bukti untuk mengungkap kasus ini. 

Penyidik menguji dua gelas berisi cairan berbau menyengat, yang diduga diminum kedua korban, di laboratorium forensik.

Tak hanya itu, di lokasi kejadian, penyidik juga menemukan fakta yang diduga melatarbelakangi kematian kedua korban. Berdasarkan surat yang menyatakan keinginan korban untuk bebas secara finansial, dan diperkuat temuan beberapa lembar sobekan kertas bertuliskan Rp3 juta sebanyak empat lembar.

"Beberapa potongan surat kita temukan di keranjang sampah kamar korban. Ada juga yang masih tampak utuh. Ini yang sedang kami dalami. Apakah ini bunuh diri atau bukan kita tunggu hasil uji lab ya," jelas Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, Sabtu (26/3/2016).

Selain surat, polisi juga menemukan kartu kredit dan bukti pembelian barang dari internet. "Memang kita sempat menemukan beberapa struk belanja on line. Apakah ini terkait dengan kematian korban? Ya kita lihat saja hasilnya nanti," kata Teguh.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/26/373402_barang-bukti-bukti-pembelian-barang-dan-sobekan-kertas_663_382.jpg

Sementara itu, pihak keluarga menegaskan, bahwa kedua korban, Debora Sianipar (30) dan adiknya, Jenni Sianipar (29), tewas karena sakit bukan bunuh diri. Keluarga menjelaskan keduanya mengidap sakit tipes dan pusing. 

Sebelumya, jasad Debora dan Jenni ditemukan terbujur kaku dalam keadaan terlentang di kamar rumahnya orangtuanya, di Jalan Melati Raya, RT 5/5 no 5, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Depok, sekitar pukul 17:00 WIB, Kamis 24 Maret 2016. 

Menurut keterangan Toni Sianipar, om korban yang dimintai keterangan polisi, sekitar jam 10:00 WIB, kedua korban pulang kerja. Lalu Debora (korban), sempat berpesan kepada bapaknya kalau saya tidur jangan dibangunkan.

Namun sampai sekitar pukul 17:00 WIB, keduanya tidak juga keluar kamar. Kemudian oleh Ida, sang kakak ipar mengecek kamar namun terkunci. Curiga, Ida selanjutnya minta tolong tetangga untuk mendobrak kamar. Setelah pintu terbuka, mereka pun kaget melihat keduanya tergeletak di atas kasur tak bergerak, dengan posisi telentang dan mata melotot.

Panik, keluarga pun memanggil doktef Elfrida Sinaga, Kepala puskesmas Depok Jaya, untuk memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa, keduanya diperkirakan sudah meninggal sekitar 2 jam sebelum jasadnya ditemukan.

Saat ini, jasad keduanya telah berada di rumah duka. Rencananya, jenazah kakak adik ini akan di kebumikan di TPU Kalimulya, Sukmajaya Depok. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...