7 April 2020

Polisi Hadiahi Timah Panas ke Kawanan Pencuri Laptop Sekolah

Konfrontasi - Dua kawanan pencuri laptop sekolah di Kota Tangerang, dibekuk. Satu di antaranya terpaksa ditembak karena melarikan diri saat akan ditangkap petugas.

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, kawanan pencuri laptop sekolah ini sudah setahun terakhir beraksi. Mereka biasa menyasar laptop milik sekolah-sekolah.

"Jadi, beberapa waktu yang lalu petugas Unit Ranmor Reskrim Polres Metro Tangerang, mendengar pencurian disertai kekerasan dengan sasaran sekolah," katanya, Jumat (21/12/2018).

Dari informasi itu, petugas lalu mendatangi sekolah yang berada, di SMPN 1 Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Aksi dua kawanan pelaku ini, ternyata terekam kamera CCTV.

"Rekaman CCTV ini sempat viral dan cepat menyebar ke jejaring sosial. Dibantu rekaman CCTV dan keterangan saksi itulah, kami berhasil menangkap seorang pelaku yang bernama Fidal Ramos," ungkapnya.

Dari keterangan Ramos, polisi mengetahui seorang lainnya dalam rekaman CCTV itu bernama Joni Iskandar. Namun, Joni keburu menghilang, saat akan ditangkap petugas.

"Ramos kami tangkap di Buaran, KD Besar, RT05/05, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Sedangkan Joni, berhasil melarikan diri dan langsung kami tetapkan sebagai DPO," sambungnya.

Kepada polisi, Ramos juga mengaku, sudah beberapa menjalankan aksinya dalam setahun belakangan. Selain di SMPN 1 Pakuhaji, dia juga beraksi di Yayasan Pesisir Utara, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.

"Yayasan ini ada sekolah SD, SMP dan SMA.  Dari pengakuan tersangka, dia baru melakukan aksinya dua kali. Namun, masih kami dalami jumlah pastinya," ungkapnya.

Dalam menjalankan aksinya, Ramos dan Joni tergolong nekat. Pasalnya, aksi dilakukan siang bolong, saat sekolah dalam keadaan ramai, dan kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berlangsung.

"Karena saat jam operasional jam sekolah, kantor sekolah tersebut telihat sepi. Makanya, dia mengincar kantor sekolah itu. Joni berperan mengajak ngobrol sekuriti untuk mengalihkan perhatian," tambahnya.

Saat petugas sekuriti itu disibukkan dengan obrolan, Ramos masuk ke dalam kantor, mengambil sejumlah barang berharga, seperti laptop, notebook dan handphone.

"Dari tangannya, kami berhasil menemukan sejumlah alat bukti, seperti HP, laptop, dan motor yang digunakan pelaku dalam beraksi. Beberapa barang curian lainnya, sudah dijual ke daerah Lampung," jelasnya.

Petugas pun langsung bergerak menuju Lampung. Di sini, seorang penadah barang curian bernama Iwan berhasil ditangkap, tepatnya di Sukarame, Bandar Lampung.

"Saat sedang dilakukan pengembangan ke tersangka Joni, Ramos berusaha melarikan diri, dan sempat diberikan tembakan peringatan. Tetapi dia terus lari, hingga akhirnya kami tembak kakinya," paparnya.

Sementara itu, Remos mengaku, terpaksa mencuri laptop di kantor-kantor sekolah, karena sering melihat kondisi kantor yang sepi dan kurang mendapat penjagaan.

"Sebelumnya saya bekerja di Pasar Induk, Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Penghasilan tidak menentu. Saya terpaksa. Saya baru dua kali mencuri di sekolah. Saya memang sengaja mengincar sekolah," sambungnya.

Sambil menahan sakit, akibat luka tembak di kakinya yang belum kering, Remos mengaku menyesal. Namun, apa daya, dia keburu ditangkap oleh petugas kepolisian.

"Barang-barang itu lalu saya jual ke Iwan dengan harga yang sangat murah, di Bandar Lampung. Uangnya saya gunakan untuk keperluan sehari-hari. Karena penghasilan di Pasar Induk tidak cukup," tukasnya. (sndo/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...