Polisi Akhirnya Tetapkan Guru Cabul di SMP 3 Sebagai Tersangka

KONFRONTASI-Bukti-bukti kuat keterlibatan ER, 56, mantan guru SMP 3 Jakarta yang melakukan pencabulan terhadap NS, 14, membuat polisi mantap untuk menetapkannya sebagai tersangka, Senin (21/4).

Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Surawan menyatakan, pihaknya telah menetapkan ER sebagai tersangka meskipun pelaku belum mengakui perbuatannya hingga saat ini. Menurutnya, pihak kepolisian telqh melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari para pelajar, hingga psikolog. Sehingga, dengan adanya bukti tersebut, pihak kepolisian yakin ER melakukan pencabulan terhadap ES.

"Berdasarkan bukti-bukti yang sudah ada, sudah cukup untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka. Sampai saat ini pelaku masih ditahan," ungkapnya.

Surawan menegaskan, berdasarkan keterangan para saksi diketahui pelakun telah melakukan aksi pencabulan 3 kali selama mengajar di SMP 3. Pencabulan terakhir yang dilakukannya terjadi pada Maret, NS adalah korbannya. Aksi pencabulan ini dilakukan di ruang guru, yang saat itu tengah sepi karena para guru mengajar di kelas. Sementara, di ruang tersebut tidak ada CCTV yang dapat merekam perbuatan pelaku.

"Pelaku bisa dengan bebas melakukan perbuatannya karena di ruang guru tidak ada CCTV dan dalam keadaan sepi," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 82 UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, NS siswi kelas 2 SMP 3 diketahui datang terlambat ke sekolah. NS kemudian dihukum ER ke ruangannya. Setelah NS berada di ruangannya, ER menyuruhnya membuka pakaian NS kemudian ER melakukan aksi pencabulan terhadap NS.

Tak terima diperlakukan demikian, NS teriak dan kabur dari ruang guru, NS kemudian melaporkan kejadian tersebut pada orang tuanya, hingga akhirnya ER dilaporkan ke polres Jakarta Selatan.[mr/mi]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...