27 February 2020

"PKIP Serukan Dukungan Jokowi-JK Budayakan Kembali Salam Pancasila"

JAKARTA-Perjalanan bangsa Indonesia merdeka sudah mencapai usi 64 tahun. Banyak dinamika yang terjadi. Dinamika kehidupan politik boleh saja tinggi tetapi Pancasila dasar negara adalah final dan mengikat sebagai meja statis yang tidak bisa diutak-atik lagi sekaligus sebagai bintang penuntun (leitstar dinamis) yang menjadi panduan jalannya negara. Untuk itu upaya untuk menjadikan setiap nilainya hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara muthlak harus dijalankan untuk menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia kokoh berdiri buat selama-lamanya.

Upaya membudayakan Pancasila dan menghargai sejarah perlu dilakukan. Dalam contoh praktis seperti mentradisikan lagi penggunaan salam pancasila pada setiap acara resmi kenegaraan. Salam pancasila adalah salam nasional bangsa Indonesia yang diputuskan melalui Maklumat pemerintah tanggal 31 Agustus 1945. Salam nasional ini resmi berlaku sejak tanggal 1 September 1945 dan tidak ada satupun Presiden RI selanjutnya yang mencabut maklumat tanggal 31 Agustus 1945 tersebut. Artinya maklumat pemerintah tersebut  tetap berlaku sebagai aturan main ketatanegaraan di Indonesia. Salam Pancasila sebagai salam nasional masih sah sebagai salamnya bangsa Indonesia sehingga butuh ketauladanan pemimpin dan elit politik penyelenggara negara untuk mempraktekkannya.

Tata cara salam pancasila sebagaimana yang diatur dalam maklumat tersebut adalah tangan kanan naik setinggi telinga. Jari lima bersatu yang maknanya bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Lalu diikuti dengan suara mengguntur mengucapkan salam nasional: Merdeka!

Hal ini penting untuk mengingat cita-cita founding fathers kita dalam memperjuangka kemerdekaan Indonesia dan mengingatkan generasi penerus untuk melanjutkan dan mengisi kemerdekaan. Makna pekik merdeka pada Salam Pancasila dijelaskan oleh Bung Karno sebagai “pekik pengikat” yang bukan saja pengikat biasa melainkan adalah cetusan daripada bangsa yang berkuasa sendiri, dengan tiada ikatan imprealisme tanpa penjajahan tanpa eksploitasi manusia atas manusia dan bangsa oleh bangsa lain sedikitpun serta menunjukkan bahwa revolusi Indonesia belum selesai menuju perwujudan Indonesia yang merdeka berdaulat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Untuk itu Pusat Studi Ideologi Pancasila menyerukan dukungan agar pemerintah baru yang terpilih mempraktekkan Salam Pancasila di setiap acara kenegaraan.

Jakarta, 3 Oktober

Ashoka Siahaan, Ketua Pusat Kajian Ideologi Pancasila (Center for the Study of Pancasila Ideology-CSPI)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...