Perampokan di Siang Bolong, Gaji Karyawan Rp407 Juta Raib

Konfrontasi - Aksi perampokan terjadi di siang bolong, korbannya adalah karyawan pabrik bernama Rianto dan Mujahit. Peristiwa itu terjadi di pabrik baja Desa Tambak Kemerakan, Krian, Sidoarjo.

Saat kejadian, tidak ada satu pun pegawai yang berani mendekat.

Dua perampok terlihat menghunus parang ke arah Rianto yang saat itu tengah memegang uang perusahaan senilai Rp 407 juta yang baru saja diambil dari bank. Usut punya usut ternyata uang itu adalah gaji karyawan.

Perampokan terjadi menjelang salat Jumat, sekitar pukul 11.15. Saat itu Rianto dan Mujahit baru sampai pabrik yang berlokasi di kilometer 29,3 Jalan Bypass Krian.

Keduanya turun dari mobil Toyota Calya, lalu masuk pabrik bernama PT HK Krian.

Rianto menjelaskan, dirinya membawanya uang itu dalam amplop cokelat yang dibungkus kresek merah. Kemudian saat turun dari mobil, keduanya berjalan kaki menuju kantor.

Kemudian dua perampok datang dan langsung melukai salah seorang staf pabrik

”Korban berusaha meminta tolong, namun tidak ada pegawai lain yang berani mendekat.

Mereka juga takut, karena pelaku terlihat begitu berani, beraksi di dalam pabrik dan disaksikan para pekerja.

Setelah berhasil merebut paksa uang dalam tas kresek, penjahat itu menghampiri temannya yang masih duduk di atas sepeda motor, kemudian keduanya tancap gas ke arah Balongbendo.

Kedua korban kemudian melaporkan kasus perampokan ini ke polisi. Kholil mengatakan, perampok berjumlah dua orang, mereka memakai penutup wajah.

”Larinya ke barat,” katanya. ”Gerbang pabrik kebetulan terbuka. Jadi, pelaku bisa leluasa ikut masuk pabrik,” tambahnya.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Riyanto dan Mujahit, diduga pelaku berkomplot dan lebih dari dua orang.

”Pegawai pabrik juga melihat dua orang asing berhenti, sambil berboncengan dengan menggunakan sepeda motor,” ucap Kholil.

Polisi menengarai komplotan bandit jalanan itu telah merencanakan aksi tersebut dengan matang.

Modusnya terbilang rapi, ada yang bertugas sebagai eksekutor, sisanya mengawasi di luar lokasi, mengantisipasi jika terjadi sesuatu.

Kholil menyatakan akan menghimpun petunjuk-petunjuk lain. Baik rekaman CCTV maupun keterangan saksi-saksi di lokasi lain yang bisa membantu, dia berharap kejadian itu bisa secepatnya terungkap. (pjk1/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA