18 November 2018

Pasutri Ini Tinggal di Hutan, Tangisan Anaknya Sering Dikira Suara Hantu

KONFRONTASI-Tidak semua orang bisa beruntung memiliki tempat tinggal yang layak. Hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan kadang memaksa orang untuk bisa bertahan hidup meski di tempat yang tak selayaknya.

Seperti yang dialami satu keluarga ini. Tidak memiliki uang untuk menyewa rumah, membuat sepasang suami istri dan kedua orang anaknya tinggal di tengah hutan belantara. Di sana mereka mendirikan gubuk seadanya untuk dijadikan sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan.

Dua anaknya yang masih kecil-kecil sebenarnya sangat tidak layak tinggal di gubuk tersebut. Apalagi bagi anak bungsunya yang masih berusia 5 bulan yang saat ini kondisinya sedang sakit. Pusarnya membengkak, diperkirakan akibat infeksi sewaktu dilahirkan.

Jika malam tiba, mereka hidup dalam kegelapan. Dikelilingi hutan belantara, tanpa penerangan sedikitpun karena memang tidak ada jaringan listrik di hutan tersebut. Hampir setiap malam, anak mereka yang paling kecil menangis. Dan orang-orang yang tak sengaja melewati hutan tersebut di malam hari, sering mengira kalau itu adalah suara hantu.

Sang ibu terlihat begitu tabah menjalani kehidupannya. Suaminya yang bekerja sebagai buruh penyadap karet hanya memiliki penghasilan Rp600 ribu setiap bulannya. Keluarga ini pun harus pasrah menjalani kehidupan mereka apa adanya.

Kehidupan keluarga ini diunggah dalam akun Facebook Eris Riswandi. Menurut unggahannya, keluarga tersebut tinggal di Jalan Lintas Timur, Desa Muda Setia, Palalawan, Riau.[mr/viva]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...