Pasien Kabur Saat Dirujuk Rumah Sakit Kudus Beri Keterangan Berbeda

Konfrontasi - Dinas Kesehatan Jawa Tengah akan terus menelusuri pasien dalam pengawasan (PDP) yang menolak dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kabupaten Kudus saat dilakukan perawatan di ruang isolasi terkait alami gejala virus Covid-19.

Pihaknya memastikan, saat cek kesehatan, pasien kategori dalam pengawasan itu memberikan keterangan pihak rumah sakit berbeda.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan bahwa pasien yang menolak dirujuk itu sudah datang sendiri ke RSUD Loekmonohadi Kudus. Informasi yang diterima, pasien itu memberikan keterangan yang berbeda dengan saat diperiksa di RS Mardi Rahayu Kudus.

"Jadi kami informasinya pasien itu sudah ke RSUD hari ini, berangkat sendiri. Keterangannya pasien tidak sesuai dengan saat diperiksa di RS Mardi Rahayu Kudus. Kami menunggu keterangan lengkapnya," ungkap Yulianto Prabowo.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta untuk terus mengecek kondisi pasien yang mempunyai riwayat pulang dari luar negeri.

"Kami minta dinas kesehatan cek segera terus telusuri," kata Ganjar.

Sebelumnya, seorang pasien menolak dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi Kabupaten Kudus. Ia memilih kabur saat mendapatkan penanganan perawatan Covid-19 di ruang isolasi.

Diketahui, pasien yang punya riwayat pergi umrah selama dua minggu mempunyai gejala panas batuk saat memeriksakan diri pada Minggu (15/3). Saat dilakukan rujuk ke rumah sakit, pasien kategori dalam orang dalam pengawasan (PDP) memaksa meninggalkan IGD RS Mardi Rahayu. (mrdk/m)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...