Pabrik Tahu Meledak Hingga Hancur Berantakan, Pemilik Pabrik Alami Luka Melepuh Sekujur Tubuh

Konfrontasi - Pabrik pembuatan tahu dan tempe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), meledak, Sabtu (20/6/2020). Ledakan tersebut mengakibatkan pemilik pabrik dan seorang karyawannya mengalami luka melepuh parah. Sementara pabrik tersebut juga hancur berantakan.

Pabrik yang meledak berlokasi di Jalan Andi Sambaloge Baru, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang. Ledakan yang cukup keras tersebut membuat warga di sekitar pabrik panik.

Dalam video amatir yang direkam oleh sejumlah warga sesaat setelah kejadian, terlihat kedua korban yang mengalami luka melepuh meminta tolong dan dinaikkan ke mobil yang akan membawanya ke rumah sakit.

Kejadian tersebut berawal saat pemilik pabrik, Andi Arsyad, dan seorang karyawannya Andi Hasanuddin sedang mengolah bahan baku pembuatan tahu. Namun, selang beberapa jam, tiba-tiba drum yang digunakan untuk membantu proses penguapan meledak.

Barang-barang yang dipakai dalam proses pengolahan tersebut terlempar jauh. Salah satunya drum yang digunakan menampung air untuk proses penguapan tahu, terlempar keluar pabrik sekitar 10 meter jauhnya. Kondisi pabrik pun porak-poranda. Dinding batu hancur berantakan dan terlempar hingga sejauh 5 meter.

Akibat kejadian tersebut, pemilik pabrik Andi Arsyad mengalami luka melepuh pada sekujur tubuhnya karena tersiram air panas dari proses penguapan. Sementara salah seorang karyawannya Andi Hasanuddin mengalami luka melepuh pada bagian punggung. Saat ini kedua korban sudah mendapat penanganan medis.

Salah seorang tetangga, Muliati mengaku kaget dan panik mendengar suara ledakan yang cukup keras. Dia langsung berlari keluar dan bertanya kepada anaknya dari mana asal ledakan tersebut."Ledakannya keras dan membuat kami panik," ujar Muliati.

Sementara polisi yang tiba tempat kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memasang garis polisi agar warga tidak mendekat.

Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang Iptu Samson mengatakan, pihaknya masih menyelidiki ledakan pabrik tahu dan tempe tersebut. Namun dugaan sementara, ledakan tersebut berasal dari drum penguapan tahu yang kehabisan air sehingga meledak.

"Diduga ledakan terjadi karena air di drum penguapan tahu habis dan terlambat diisi, jadi karena kepanasan, akhirnya meledak," ujarnya. (inws/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...