Oknum Polisi dan Istri Simpanan Divonis Hukuman Mati

Konfrontasi - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Ferdinandus, mengganjar vonis hukuman mati terhadap anggota Polsek Sedati, Aiptu Abdul Latief (41) dan istri simpanannya, Indri Rahmawati (31) dalam kasus kepemilikan Narkoba jenis sabu 13 kilogram.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan Aiptu Abdul Latief dan Indri Rahmawati terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan ke satu JPU. Dalam pertimbangan hakim, pembelaan kedua terdakwa juga dianggap tidak ada alasan pembenar atau pemaaf sehingga harus dikesampingkan. “Menjatuhkan pidana mati pada masing-masing terdakwa,” ujar hakim dalam persidangan, Senin (1/2/2016).

Atas putusan ini, kedua terdakwa melalui masing-masing kuasa hukumnya, langsung menyatakan banding. “Hukuman yang dijatuhkan terlalu berat. Karena untuk terdakwa Indri Rahmawati tidak memiliki peran dalam kasus ini. Apa yang dilakukannya, hanya karena masalah cinta saja pada terdakwa Aiptu Abdul Latief,” ujar Yuliana, kuasa hukum Indri.

Putusan yang dijatuhkan hakim pada terdakwa Aiptu Abdul Latief, terhitung sebanding lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan menuntutnya mati. Namun, yang sedikit mengejutkan, hakim juga menjatuhkan putusan mati pada terdakwa Indri, meski sebelumnya jaksa hanya menuntut hukuman seumur hidup.

Seperti diberitakan, Aiptu Abdul Latief, anggota Reskrim Polsek Sedati, Sidoarjo, diamankan petugas Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya di dalam kamar kos kekasih gelapnya, Indri Rahmawati alias Wanda, mantan purel Kafe Rasa Sayang dangdut.

Penangkapan oknum polisi ini bermula dari ditangkapnya Indri Rahmawati oleh petugas sat Reskoba Polrestabes Surabaya di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Pasar Wisata, Sedati, kemarin.

Saat itu mantan purel Kafe Rasa Sayang dangdut ini diamankan dengan barang bukti satu poket sabu dan dua butir ineks. Dalam pemeriksaan, cewek berambut panjang ini mengaku jika sabu dan ineks tersebut bukan miliknya, melainkan punya kekasihnya, Aiptu Abdul Latief.

Indri Rahmawati lalu digelandang menuju tempat kosnya di kawasan Pergudangan Sedati. Saat masuk kos, ternyata Aiptu Abdul Latief ada di dalam. Petugas Sat Reskoba Polrestabes Surabaya lalu melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti Narkoba berupa 13 kg sabu, 22 butir pil ekstasi, 5 poket sabu siap edar dan alat hisap (bong).

Aiptu Abdul Latief sadar bahwa dirinya tak mungkin mengelak dan akhirnya mengaku semua barang tersebut adalah milik seorang Napi wanita di Rutan Medaeng yang akrab dipanggil Susi dan punya nama asli Tri Diah Torrisiah. (lnsi/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...