Nyangkut Diperlintasan, Minibus Tertabrak KRL di Bogor

Konfrontasi - Sebuah minibus Daihatsu Grand Max tertabrak commuter line atau kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek karena tersangkut di perlintasan liar di Desa Cilebut, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/5).

Kapolsek Sukaraja, Kompol Djoko Susilo menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri keluar dari dalam mobil sebelum dihantam kereta.

"Tiga orang penumpang mobil berhasil ke luar dari kendaraan sebelum kereta datang melintas," kata Djoko.

Dia mengatakan kronologi kecelakaan lalu lintas antara kereta dan kendaraan roda empat tersebut terjadi di perlintasan liar yang terletak di Kampung Petahunan, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor sekitar pukul 15.10 WIB.

Mobil dengan nomor polisi B 1525 UKB dikendarai oleh Heru Alit warga Kampung Bulakan RT 07 RW 03, Cikupa, Kabupaten Tangerang bergerak dari arah Kampung Warnasari Cilebut. Saat melintas di perlintasan liar yang ada di Kampung Petahunan mobil tersangkut di rel.

"Roda bagian depan kendaraan tersangkut di rel, tidak bisa bergerak, bersamaan dengan itu dari arah Stasiun Cilebut datang kereta yang bergerak menuju Bojonggede," kata Djoko.

Dia melanjutkan, KRL yang sedang melintas langsung menghantam mobil yang sedang melintang di perlintasan hingga terseret beberapa meter. Peristiwa tersebut menyebabkan perjalanan kereta dari Jakarta menuju Bogor maupun sebaliknya sempat terganggu.

"Evakuasi kendaraan berlangsung selama 1,5 jam. Mobil berhasil dievakuasi dari rel," katanya.

Kepala Stasiun Cilebut Kosasih mengatakan, tabrakan kereta tersebut dialami KRL relasi Bogor-Duri dengan nomor KA 1847. Dia mengatakan, perlintasan yang dilalui pemilik kendaraan merupakan perlintasan liar yang dibuat oleh warga tanpa ada palang pintu perlintasan mau pun petugas yang berjaga.

"Selain itu perlintasan berada di tikungan, sehingga sulit melihat kereta yang datang atau adanya kendaraan yang melintas," kata Kosasih.

Menurut dia, warga sekitar sudah memiliki perlintasan resmi di wilayah Keradenan, tetapi masih ada warga yang nekat melintas di perlintasan liar tanpa adanya pengaman. Bahkan kejadian kecelakaan bukan yang pertama, sekitar dua minggu lalu juga terjadi kecelakaan, bersyukur tidak ada korban jiwa.

"Kami sudah sering memberitahukan aparat di wilayah untuk menutup perlintasan liar tersebut. Karena tidak aman bagi warga," katanya.

Kosasih menyebutkan, setelah evakuasi selesai pukul 16.30 WIB, perjalanan KRL Jabodetabek kembali lancar sudah bisa dilalui dua jalur. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya meminta kepada Kapolsek Sukaraja untuk menutup perlintasan sebidang itu dengan memasang portal.

Tujuannya agar tidak ada lagi warga yang nekat melintas. Dengan begitu, kasus kendaraan pribadi terlibat tabrakan dengan KRL tidak terulang lagi. Peristiwa kecelakaan lalulintas tersebut, sempat menjadi tontotan masyarakat.   antara, ed: Erik Purnama Putra  (rol/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...