Mengerikan, IMF Ramal Ekonomi Arab Cs Hancur & Utang Bengkak

KONFRONTASI -    Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara bakal terjun ke titik terendahnya dalam 50 tahun. Karena adanya dua faktor, yaitu pandemi virus corona (Covid-19) dan rendahnya harga minyak.

Pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut, tahun ini akan terkontraksi alias minus 5,7%, dan bahkan bisa minus 13% bila konflik muncul di negara tersebut. Angka ini lebih rendah 2,4% dibandingkan proyeksi IMF sebelumnya di April 2020.

Kehancuran ekonomi dua wilayah ini akan membuat kemiskinan dan pengangguran naik. Sementara dari sisi fiskal, bakal membuat defisit dan utang membengkak.

"Wilayah ini menghadapi krisis lebih, tidak seperti wilayah lain. Ada dua tekanan yang menghantam ekonomi wilayah ini," ujar Direktur IMF untuk Timur Tengah dan Asia Tengah, Jiad Azour, dilansir dari AFP, Senin (13/7/2020).

Sejumlah negara di Timur Tengah memberlakukan aturan lockdown untuk menekan penyebaran virus corona, kebijakan ini makin menekan aktivitas ekonomi.

Baca: RI Terancam Resesi, Terus Aku Kudu Piye?

 

Harga minyak jatuh hingga duapertiga, karena pergerakan ekonomi dunia yang terhambat penyebaran virus corona. Saat ini harga minyak pulih ke kisaran US$ 40/barel.

Negara eksportir minyak di wilayah ini memprediksi adanya kerugian pendapatan US$ 270 miliar karena penurunan harga minyak.

Karena kontraksi ekonomi, PDB per kapita di wilayah tersebut menurut IMF bakal turun dari US$ 2.900 di 2018/2019 menjadi hanya US$ 2.000 di tahun ini. Ada penurunan yang dramatis dan akan menyebabkan tingginya angka kemiskinan. Pengangguran juga diprediksi bakal tinggi, khususnya untuk kalangan remaja.

IMF mengatakan dalam laporannya, rasio utang wilayah Timur Tengah yang menjadi importir minyak bakal melesat menjadi 95% dari PDB di akhir tahun ini. Negara seperti Sudan, rasio utangnya bakal mencapai 258% dari PDB, Lebanon bakal mencapai 183% dari PDB, dan Mesir mencapai 90% dari PDB.(Jft/CNBC)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...