Mendesak DPR Sahkan RUU Advokat

KONFRONTASI - Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mengatakan, pihaknya mendesak DPR segera mengesahkan RUU yang sedang dibahas di Komisi III DPR itu segera disahkan.

"Adapun alasan mangapa RUU advokat kami desak disahkan karena nantinya akan menjadikan advokat yang profesional, independen, dan bermartabat," ujar Tjoetjoe, saat menyambangi Komisi III DPR, Jakarta (Kamis, 11/9).

Dia menegaskan point-point penting dari RUU pengganti UU advokat No 18 / 2013 adalah, secara de facto tidak ada wadah tunggal organisasi advokat.

"Wadah tunggal profesi advokat menyalahi asas demokrasi dan mengingkari asas ke-Bhinekaan Tunggal Ika-an serta melanggar asas kebebasan berserikat yang dijamin oleh UUD 1945," katanya.

Kongres Advokat Indonesia (KAI) sebagai organisasi pendukung revisi, kata Tjoetjoe Sandjaja, bahwa UU Advokat nomor 18 tahun 2003 sudah tidak sesuai dengan perkembangan profesi advokat saat ini.
 
"Salah satu substansi yang dinilai tidak relevan adalah aturan menyangkut kewajiban seorang calon advokat sebelum praktik diambil sumpahnya di pengadilan tinggi yang merusak independensi serta martabat profesi advokat," ujarnya.
 
Keluhan lain, Ketua pengadilan tinggi di seluruh Indonesia tidak mau mengambil sumpah calon advokat dari organisasi advokat selain Peradi, padahal putusan Mahkamah Konstitusi nomor 101 tahun 2009 menyatakan bahwa pengadilan tinggi wajib mengambil sumpah calon advokat tanpa melihat organisasi manapun yang mengajukan.
 
"Pasal 4 Ayat (1) UU Advokat tersebut, berbunyi: Sebelum menjalankan profesinya, Advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya," ujarnya.
 
Persoalan lain, kata Tjoetjoe Sandjaja, adalah Berita Acara Sumpah (BAS) dalam persidangan kerap menimbulkan ketegangan antara majelis hakim dengan advokat, karena hanya advokat di bawah naungan Peradi yang bisa disumpah.
 
"Para advokat yang belum mendapatkan BAS sehingga selalu terjegal saat akan menjalankan profesinya, menaruh harapan besar agar RUU Advokat segera disahkan DPR," demikian Tjoetjoe.[ian/rm]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...