Latih Guru, USAID Habiskan Duit Rp1,9 miliar

KONFRONTASI - Melatih 5.232 guru se- Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, selama Oktober-Deseseber 2014, United States Agency for International Developmen (USAID) menghabiskan dana Rp1,9 miliar.

Bantuan itu berupa program USAID Prioritizing Reform Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia's Teachers, Administrators and Students United States Agency for International Developmen (Priority) atau USAID Prioritas

Koordinator USAID Prioritas Jawa Tengah Nurkholis mengatakan, para guru itu  tertarik dengan pola pelatihan dan materi dalam modul-modul USAID Prioritas, baik itu dalam pembelajaran, manajemen sekolah, maupun manajemen di daerah. 

"Kami memberikan pelatihan baik teori maupun praktik," kata Nurkholis di Semarang, Selasa (10/2/2015).

Dari 5.232 guru itu berasal dari 1.480 lembaga pendidikan di Jateng dan DIY terdiri dari SD, MI, SMP, MTS, dan lembaga pemerintahan. 

Mereka telah menyebarluaskan atau diseminasi program USAID Prioritas pada periode Oktober-Desember 2014.

Nurkholis menambahkan tujuan diseminasi adalah tercapainya sinergitas antara program kabupaten/sekolah dengan program USAID Prioritas, sehingga terjaga keberlanjutan program di daerah, baik yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun swasta. 

"Diseminasi juga untuk menyebarluaskan program secara lintas jenjang dan lintas daerah melalui pelatihan, kunjungan belajar, dan pendampingan kegiatan," tuturnya. 

Bentuk diseminasi yang dilakukan menggunakan modul pelatihan USAID Prioritas dan atau fasilitator yang telah dilatih.

Spesialis Monitoring dan evaluasi USAID Prioritas Jateng, Wahyu Daryono  menambahkan jumlah dana yang dialokasikan untuk pelatihan itu mencapai Rp1,9 miliar.

Dana  berasal dari USAID Prioritas sebesar Rp658.388.083 atau 34%n dan nonprioritas sebanyak Rp1.299.634.009 atau 66%. 

"Dana diseminasi berasal dari dana sharing antara penyelenggara diseminasi dengan USAID Prioritas, kami memfasilitasi fasilitator serta akomodasi dari fasilitator tersebut, selebihnya menjadi tanggung jawab penyelenggara diseminasi," katanya.[ian/snw]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...