Langgar Qanun, Kafe 'Esek-esek' Disegel Polisi Syariah

KONFRONTASI-Sebuah kafe di Kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, disegel polisi syariah karena dinyatakan melanggar qanun (perda) syariat islam. Kafe berlantai tiga ini tidak mengindahkan peringatan yang sudah dilayangkan oleh pemerintah kota setempat.

"Sudah berkali-kali diingatkan sama perangkat desa, muspika kecamatan hingga Satpol PP dan WH," kata Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti kepada wartawan di lokasi penyegelan, Senin (29/12/2014).

Penyegelan dilakukan WH bersama TNI dan polisi dengan menempel plat kuning bertulis segel, disertai penjelasan pelanggaran yakni Qanun Nomor 5 tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam dan Qanun nomor 4 tentang Izin Tempat Usaha.

Petugas ikut mencopot dua spanduk promosi kafe ini di lokasi, serta menempel beberapa lembar surat perintah penyegelan diteken oleh Wali Kota Banda Aceh. Saat penyegelan berlangsung kondisi kafe tutup.

Menurut Ritasari, kafe ini sudah menjadi tempat dugem muda-mudi dengan menyediakan disk jocky dan live music hingga dini hari. Beberapa bulan lalu, pemilik kafe pernah dipanggil karena layanan tersebut dinilai melanggar qanun syariat Islam.

"Pemiliknya bersedia tanda tangan surat pernyataan tetapi setelah itu tidak ada perubahan," ujar Ritasari.

Kasi Penegakan Syariat Islam Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latif menambahkan, pada 7 Desember lalu, tim terpadu juga menggerebek kafe ini dan menangkap enam perempuan berpakaian seksi.

Mereka diringkus saat sedang menikmati live music bersama sejumlah laki-laki di kafe tersebut sekira pukul 01.30 WIB dini hari. Perbuatan mereka dinilai selain bertentangan dengan qanun syariat Islam, juga melanggar norma-norma masyarakat setempat.[mr/okz]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...