Kurang Ajar! Oknum Guru Ngaji Cabuli Muridnya

KONFRONTASI-Warga di lingkungan jalan Damai, Kota Belinyu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten baru-baru ini digegerkan kejadian 'tabu', bahkan kejadian tersebut itu pun sempat pula membikin geram sebagian besar warga di lingkungan setempat lantaran kejadian itu menimpa salah satu bocah yang baru duduk di sekolah dasar (SD).

Kejadian tindak perbuatan dugaan asusila tersebut terjadi ketika, sebut saja Melati (12), warga lingkungan jalan Damai, Belinyu yang baru duduk di bangku kelas V SD bermaksud belajar mengaji di sebuah tempat pengajian yang tak jauh dari tempat tinggal korban atau masih di lingkungan jalan Damai, Belinyu.

"Kejadiannya Rabu (17/5--red) malam saat itu anak saya bermaksud belajar ngaji dengan guru ngaji itu," kata orangtua korban yang enggan disebutkan identitasnya, seperti diberitakan bangkapos.com, Sabtu (20/5/2017) malam melalui sambungan telepon.

Namun tanpa diduga sang guru ngaji cabul itu (Ja) malam itu tiba-tiba langsung membuka celana di hadapan anaknya (korban), seketika itu pula sang guru ngaji itu pun meminta korban agar memegang kelaminnya.

"Anak saya kaget saya menyaksikan tingkah sang guru ngajinya itu lantaran diminta untuk memegang biji burungnya itu," kata orang tua korban mencoba menceritakan kronologis kejadian yang telah menimpa anak kandungnya belum lama ini.

Tak cuma itu menurut penuturan korban, saar kejadian korban dipaksa agar wajah korban lebih mendekat lagi ke bagian kelamin pelaku. Namun untunglah saat itu korban meronta dan berhasil lolos dari perbuatan bejat sang guru ngaji itu.

"Nah setelah berhasil kabur malam itu anak saya langsung menceritakan kejadian itu kepada istri saya (istrinya--red)," terangnya.

Tanpa diduga pula malam itu pun justru sempat tersiar di telinga warga di lingkungan setempat, tak urung sejumlah warga pun langsung beramai-ramai mendatangi kediaman sang guri ngaji bejat itu.

"Malam itu lah ratusan warga yang datang mencari guru ngaji itu. Warga kesal karena perbuatan sang guru ngaji tersebut," katanya.

Namun untunglah malam itu pihak aparat kepolisian berhasil meredam kemarahan warga, dan si pelaku malam itu pun langsung digiring ke Mapolsek Belinyu guna diamankan.

Meski begitu ia sendiri berharap agar pelaku dikenakan sanki yang berat atas perbuatan bejat terhadap anak kandungnya itu (Melati).

"Sanksi yang beratlah terhadap si pelaku itu. Terlebih saya kesal karena diketahui sang pelaku itu pendatang dan dikenal sering ceramah di mesjid-mesjid tapi malah berbuat bejat," sesalnya.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...