Kisah Siswa SMA yang Diusir dari Pesta Prom karena Gaun Kelewat Seksi

KONFRONTASI -  Pesta terakhir sebelum kelulusan biasanya menjadi momen yang paling dinanti oleh para siswa-siswi SMA.

Sayangnya Mireya Briceno, seorang siswa SMA harus diusir dari pesta prom karena gaun kelewat seksi yang ia kenakan.

Seminggu setelah Mireya diusir oleh pihak sekolah saat pesta kelulusan, Connie Briceno, sang ibu, melontarkan protesnya.

Connie merasa anaknya tidak menyalahi aturan dan tidak seharusnya diusir dari pesta prom tersebut.

Ibu dan anak ini bahkan berbelanja baju bersama untuk pesta kelulusan itu.

Connie mengatakan bahwa dalam undangan pesta prom tersebut dikatakan bahwa gaun punggung terbuka diizinkan.

Dalam edaran yang diberikan oleh pihak sekolah, mereka mengatakan bahwa gaun perempuan harus menyentuh jari kaki dalam posisi berdiri tegak.

Bagian perut juga harus tertutup (pusar tak boleh terlihat meskipun ditutupi oleh kain yang transparan).

Dalam undangan tersebut jelas-jelas tertulis ‘backless dresses are acceptable’.

Karena itulah Connie mengizinkan Mireya untuk menggunakan gaun biru tua polkadot berlengan pendek dengan punggung terbuka.

Menurut Connie, anaknya terlihat menawan dengan gaun yang sesuai dengan aturan sekolah.

Sebenarnya saat awal datang tidak mendapat masalah.

Ia sempat berfoto dengan teman-teman dan pelatih pemandu soraknya.

Sayangnya semua keceriaan itu hanya berlangsung selama satu jam.

Mireya tiba-tiba didatangi oleh sang wakil kepala sekolah dan ia diminta untuk berputar.

Saat melihat punggung Mireya, wakil kepala sekolah ini langsung mengusir Mireya dengan alasan ia telah melanggar aturan dresscode yang sudah ditetapkan..(juft/banjarmasin.Post)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...