Kewalahan Serangan Monyet, Warga Tasikmalaya Undang Suku Baduy untuk Usir Ratusan Monyet yang Menyerang Kampungnya

KONFRONTASI -  Kehabisan akal mengusir ratusan monyet berekor panjang yang menyerang kebun palawija, warga Desa Nangewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mendatangkan pawang monyet dari Suku Baduy, Banten.

Tak sia-sia, sebanyak 18 pawang Suku Baduy yang datang, berhasil menangkap hidup-hidup sekitar 70 monyet, pada hari pertama perburuan, Kamis (12/12/2019) dari pagi hingga sore.



Gambar mungkin berisi: luar ruangan

Seperti diketahui, ratusan monyet menyerang kebun palawija di Blok Ciguntur, Nyalenghor, Cihalisan, dan Cibungur di lereng Bukit Nangewer, Desa Nangewer.

Kawanan ini memakan jagung, kacang panjang, cabai dan bahkan menggali tanah untuk mendapatkan ubi, singkong dam kacang tanah.

Uwen mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis proses kedatangan 18 pawang monyet dari Suku Baduy itu.

"Ini mungkin inisiatif warga bersama aparat desa. Mereka mendapat informasi soal keberadaan pawang-pawang itu yang bisa menangkap monyet," ujarnya.

Pelaksanaan penangkapan disaksikan muspika setempat serta petugas dari Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah IV Tasikmalaya, Bidang KSDA wilayah III Ciamis.

"Penangkapan dilakukan tidak dengan cara kekerasan. Pawang meminta disediakan keramba jebakan. Kemudian seolah berkomunikasi dengan kawanan monyet, lantas monyet-monyet itu dengan sendirinya masuk ke keramba," kata Uwen.

Hingga sore hari tak kurang dari 70 ekor monyet berhasil dijaring dalam keadaan hidup.

Selanjutnya akan dikirim ke tempat karantina milik BKSDA di Purwakarta.

"Penangkapan masih akan dilakukan. Rencananya pada hari Sabtu nanti. Pasalnya, kawanan monyet ini masih banyak. Bahkan ada warga yang menyebut jumlahnya mencapai 500 ekor. Mereka seperti kelaparan lantas menyerang kebun warga," ujar Uwen.

(jft/Tribunnews)



 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA