22 November 2019

Kejanggalan Perilaku Penusuk Menkopolhukam Wiranto Diungkap Warga

KONFRONTASI -  Kejanggalan perilaku pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto diungkap warga. Sementara, Jerinx SID curiga pada senjata yang digunakan pelaku.

Dua pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto yang merupakan suami istri tinggal di Kampung Sawah, RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dalam keseharian, warga setempat melihat kejanggalan tingkah laku pasangan suami istri yang jadi pelaku penusukan Menkopulhukam Wiranto itu.

Nita, seorang warga, mengatakan aktivitas sehari-hari keduanya jarang diketahui warga lantaran pintu rumah sering tertutup meski mereka berjualan pulsa.

 

"Ya, memang jualan pulsa, tapi tapi enggak pernah itu gabung-gabung. Saya juga sampai enggak tahu namanya, kita sempat curiga sih, tapi hati-hati takut timbul fitnah," kata Nita kepada wartawan di Kampung Sawah, Kamis (10/10/2019).

Dia juga mengatakan tidak pernah melihat pelaku pria ke masjid. Bahkan saat Jumat pun, kata dia, tidak shalat di masjid Kampung Sawah.

"Kalau yang lain jumatan di sini, dia malah jalan kaki, enggak tahu ke mana," kata dia.

Sementara warga lain, Sheny, mengatakan pernah mendengar cerita dari anak kedua pelaku yang mengaku ibunya tidak memiliki peralatan salat di kontrakannya seperti mukena dan sajadah.

Sheny juga mengaku pernah sekali masuk ke rumah kontrakan pelaku saat hendak membeli pulsa.

 

Saat itu, dia mengatakan, menjumpai pistol

 


"Saya lihat ada pistol, kata anaknya yang umur 13 tahun itu punya Abi (pelaku pria)," kata dia.

Ketua RT setempat, Mulyadi, mengatakan, keduanya tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.

"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulan lah, pertama masuk dia yang laki - laki bernama Syahril Alamsyah sama anaknya perempuan umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi kepada Kompas.com di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kepada Mulyadi, Syahril mengaku berbisnis online berbagai macam barang, mulai dari madu, pakaian anak-anak, pulsa dan travel.

 

Saat pertama masuk ke kontrakan di Kampung Sawah, kata Mulyadi, Syahril tidak membawa istri.

Namun tiga bulan lalu, sekitar bulan Agustus, dia meminta izin akan menikah di Bogor.

"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.

Mulyadi mengaku tidak menaruh curiga apa pun terhadap keluarga Syahril.

Sebagai ketua RT, dia hanya menjalankan tugasnya seperti menanyakan identitas dan pekerjaan sehari-hari.

"Mangkanya saya kaget pas tahu mereka pelakunya, enggak nyangka," kata dia.
Sementara, profil pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, perlahan-lahan mulai terungkap.

Pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto, Syahril Alamsyah alias Abu Rara (51), langsung ditangkap usai melakukan aksinya pada Kamis (10/10/2019) siang.

Syahril Alamsyah alias Abu Rara, nekat menusuk Wiranto yang baru saja tiba di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selain Abu Rara, seorang wanita bernama Fitri Andriana (21) turut ditangkap saat kejadian penusukan.

Fitri Andriana, sempat disebut-sebut sebagai istri dari pelaku penusukan, Syahril Alamsyah alias Abu Rara.

Mengutip Kompas.com, Fitri Andriana (21) dan Abu Rara dikenal sebagai pasangan suami istri di Desa Kampung Sawah, Pandeglang, Banten.

Ketua RT setempat, Mulyadi, menyebut Abu Rara awalnya tinggal di Pandeglang bersama anak perempuannya sejak Februari 2019 lalu.

Saat baru pindah ke Pandeglang, Abu Rara belum membawa istrinya.

Baru pada Agustus 2019, Abu Rara meminta izin untuk menikah di Bogor.

"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," ungkap Mulyadi.

 

Abu Rara mengaku telah menikah kepada warga setempat, tapi fakta =sebaliknya justru berhasil diungkap oleh aparat kepolisian.

Mengutip Tribun Jakarta, Karpenmas Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut keduanya belum menikah.

Terkait adanya kabar jika kedua pelaku adalah suami istri, Dedi Prasetyo mengaku masih mendalami.

"Kalau dilihat dari KTP-nya, yang perempuan itu belum menikah, nah yang laki-laki itu sudah cerai.

"Cuma mereka itu hidup bersama di kontrakan," ungkap Dedi.

eakan membenarkan keterangan pihak kepolisian, seorang ketua RT tempat pelaku Fitri Andriana berasal, Saefuddin, menyampaikan hal yang sama.

Ketua RT di Desa Sitanggal, Brebes, Saefudin, mengatakan wanita yang menyerang Wiranto itu belum menikah.

Namun menurut gosip yang beredar di desanya, Fitri Andriana memang disebut-sebut akan segera melangsungkan lamaran.

"Kalau pulang jarang hubungan sama tetangga, terakhir pulang Lebaran kemarin.

"Saat pulang ia sendirian, tidak pernah bawa teman.

"Kan dia belum menikah," ucap Saefudin singkat.

 

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto diserang dua orang saat turun dari mobil di Alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019) siang.

Dua orang tersebut adalah pasangan suami istri, SA atau Abu Rara dan FD (sebelumnya tertulis FA).

SA menusuk bagian perut Wiranto.

Mereka tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

SA adalah pria kelahiran Medan tahun 1968, sementara FA adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

 

Berikut fakta dari FD, perempuan asal Brebes pelaku penyerangan Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang:

1. Merantau sejak SD

FD adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tetangga terakhir melihat FD pulang kampung saat lebaran tahun ini.

Masiroh (34), tetangga FD mengatakan bahwa FD sudah merantau ke Tanggerang Banten sejak lulus SD. Para tetangga mengetahui bahwa FD bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

"Merantau sejak SD. Informasi dari orangtua bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tapi memang jarang pulang. Kalau pulang jarang keluar rumah. Anaknya pendiam dan tertutup," kata Masiroh.

Di Brebes, FD tinggal bersama orangtuanya yang bekerja sebagai petani, serta kakak dan adiknya.

2. Berusia 20 tahun

FD lahir di Brebes, 3 Mei 1999 yang artinya ia masih berusia 20 tahun. Oleh tetangganya, perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah.

 

Jerinx SID : Kenapa Pisaunya Kecil Ya?

Senjata yang digunakan pelaku untuk menusuk Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjadi sorotan publik di media sosial.

Polisi sendiri memang belum memberi konfirmasi resmi terkait senjata yang digunakan pelaku untuk menusuk Wiranto.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan hingga kini polisi masih mendalami senjata yang digunakan untuk menusuk Wiranto.

Menurut Dedi Prasetyo, polisi masih mendalami senjata yang dipakai untuk menusuk Wiranto gunting atau pisau.

"Pelaku yang laki-laki bawa senjata tajam, ini diduga, masih kita dalami apakah pisau atau gunting," kata Dedi Prasetyo.

 

Meski begitu, Dedi Prasetyo memastikan bahwa senjata yang dipakai untuk menusuk Wiranto memang sudah disiapkan oleh pelaku.

"yang jelas sudah dipersiapkan," kata Dedi Prasetyo.

 

Namun foto senjata yang diduga dipakai pelaku untuk menusuk Wiranto beredar di media sosial.

Dari foto yang beredar, terlihat senjata yang diduga dipakai untuk menusuk Wiranto merupakan jenis kunai.

Di foto terlihat senjata tersebut berwarna hitam.

Ada bulatan di ujung pegangannya.

Pada gagangnya terdapat lilitan tali warna merah.

Drummer band Superman Is Dead Jerinx turut menanggapi soal senjata yang dipakai untuk menusuk Wiranto.

Dia malah memberi pertanyaan bernada curiga atas peristiwa ini.
"Kalau niatnya emang membunuh kenapa pisaunya kecil ya." tulis akun Twitter Jerinx, @JRX_SID.

 

Masyarakat mengenal kunai karena acap kali muncul dalam anime jepang, seperti serial Naruto.

Senjata tajam itu juga dengan sebutan Pisau Lempar Kunai Red Ninja Naruto.

Bahkan hingga pukul 19.00 WIB Naruto menjadi trending topik di Twitter.

Ada 104 cuitan Naruto yang dikaitkan dengan senjata untuk menusuk Wiranto.(jft/Banjarmasin.Post)

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...