19 December 2018

Kehidupan Sehari-hari Santri di Pesantren, Kesehatan Tetap Nomor Satu

KONFRONTASI -  Pentingnya menjaga kesehatan bagi anak-anak pondok pesantren (ponpes), menjadi salah satu syarat utama keberlangsungan belajar mengajar di tempat itu. Hal ini seperti yang disampaikan Pengasuh Ponpes Baitul Muqodas, H Tajudin Shorih, dalam kegiatan pengobatan massal bertitel 'Pelayanan Medis Masyarakat Jateng', yang digelar Djarum Foundation, Sabtu (21/7). 

''Kami ingin menghilangkan anggapan, kalau belum gudiken belum disebut santri. Maka dari itu, kami ingi para santri yang belajar di tempat kami, bisa terjaga kesehatannya, agar dalam belajar tidak terganggu. Selain penyakit kulit, para santri juga sering mengeluhkan sakit maag,'' ujar Tajudin, di sela-sela acara yang digelar di halaman Ponpes Baitul Moqodas, Desa Kranji, Kedungwuni, Pekalongan.

Menurut dia, kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Yayasan Bina Insan Negeri (YBIN) ini sangat bermanfaat bagi santri dan santriwati yang belajar di pondoknya.

''Kami sebenarnya juga sudah punya Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren-red) untuk melayani para santri dan santriwati, dibantu Balai Pengobatan dan Puskesmas setempat,'' imbuh dia.

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga hampir sore hari itu, tak kurang dari 632 pasien yang ikut dalam kegiatan pengobatan massal ini. Selain para santri dan santriwati, masyarakat di sekitar pondok juga datang berbondong-bondong, untuk ikut memeriksakan kesehatannya.

Selain penyakit pada kulit, beberapa keluhan lain juga disampaikan, seperti darah tinggi, encok dan gangguan kesehatan lainnya. Ditangani sekitar 10 petugas kesehatan dari puskesmas setempat, mereka langsung diperiksa dan diberi obat secara gratis.

''Ini menjadi sebuah bentuk kepedulian kami untuk masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, apalagi mereka jauh dari puskesmas. Kami berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan untuk kebersamaan,'' tutur Officer Djarum Foundation Pekalongan, M Ali Subhan.

Dikatakannya, selain mengadakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal, pihaknya juga menggelar beberapa kegiatan sosial lainnya, sepeti Bakti Olahraga, Lingkungan, Pendidikan dan Budaya. ''Kami ingin jalinan kerja sama dengan masyarakat yang sudah bagus ini, bisa terus dikembangkan di masa yang akan datang, demi kebaikan bersama,'' jelas Ali lagi.

Sementara itu. Ketua YBIN, Sri Widiastuti menginginkan, semua yang berobat bisa secepatnya sembuh, sehingga bisa melanjutkan aktivitasnya seperti sedia kala. ''Negara ini bila ingin maju, yang utama itu kesehatan, baru pendidikan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat yang terlayani bisa sehat dan puas,'' tutur Sri. (Jft/Wawasan.co)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...