Kedua Tersangka Mengaku Bingung Dituduh Culik Siswi Cantik

Konfrontasi - Dua tersangka ‘penculik’ siswi cantik di Ciputat, Tangerang Selatan, masih diperiksa oleh tim vipers Pores Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Polsek Ciputat.

Hasil pemeriksaan sementara diketahui kedua tersangka membawa gadis berusia 13 tahun itu ke Kota Tua, Jakarta sebelum disetubuhi di rumah kontrakan dua kali saat mengingap tiga hari.

Sedangkan gadis berusia 13 tahun itu kepada ibunya mengaku habis menonton konser grup music di kawasan ICE BSD City, Serpong, bukan diajak ke Kota Tua seperti pengakuann tersangka.

Namun hingga kini kata ibu korban, bahwa siswi MTs di Ciputat itu masih shock akibat kejadian itu terlebih karena dia diberitakan diculik.

Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widiyanto didampingi Kasat Reskrim Polres setempat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho, Sabtu (23/12) mengatakan, pihaknya mengusut kasus itu setelah ada laporan dari keluarga korban bahwa siswi MTs itu pergi meninggalkan rumah sejak Minggu (17/12/2017).

Polisi lalu mencari tahu keberadaan tersangka dan korban sesuai keterangan saksi yang melihat gadis cantik itu pergi naik angkot setelah dijemput oleh seorang pria.

Untuk meringkus tersangka, polisi sempat membuat sketsa wajah pelaku dan disebar di beberapa lokasi.

Polisi lalu mengetahui rumah kontrakan HW di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun waktu tempat itu didatangi terduga sudah tidak ada.

Rabu (23/12/2017) tim Vipers Polres Tangsel bersama Polsek Ciputat mendapatkan informasi bahwa korban telah pulang sendirian sambil menanggis .

Meski demikian, polisi terus mencari kedua pelaku. Seperti cerita korban kepada petugas akhirnya kedua tersangka diringkus di kawasan Gondrong Petir, Kabupaten Tangerang tanpa perlawana.

Kepada polisi tersangka mengaku kaget diberitakan dengan tuduhan menculik. Oleh karena itu terduga FS,15, dan HW, 19, menyuruh korban pulang.“Pelaku bingung dan ketakutan karena kabar atau informasi adanya penculikan ramai di media massa dan media sosial. Mereka kemudian mengambil keputusan untuk melepaskan korban dan menyuruh pulang,” kata Kapolres Fadli Widiyanto.

Meski demikian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku harus mendekam di sel tahanan Polres Tangsel dan dikenakan Pasal 83 juncto Pasal 76F atau Pasal 82 juncto Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau 332 KUHP dengan hukuman tujuh tahun penjara. (pskota/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA