Kasus Langka, Tumor Otak Picu Pedofilia

Konfrontasi – Pengadilan Virginia Amerika Serikat menjatuhi hukuman bagi seorang guru pelaku pedofilia. Guru bernama Larry ini diduga mengalami kelainan seksual akibat menderita penyakit tumor otak.

Hakim pengadilan memberikan sanksi berupa wajib program rehabilitasi sexaholic atau penjara. Namun, keluarga pelaku menyatakan Larry diusir oleh petugas rehabilitasi setelah mencoba memperkosa pekerja lembaga tersebut. Petugas pun menjebloskan Larry ke penjara.

Beberapa hari berselang, dokter menemukan Larry sakit kepala dan menemukan tumor otak sebesar telur. Tumor yang melekat di cuping kanan kortek orbifrontal otak diyakini menyebabkan perubahan mental dan kegagalan kontrol saraf.

''Belahan tersebut memegang fungsi penting dalam proses pengambilan keputusan, kontrol terhadap emosi atau perilaku kita dalam kehidupan sosial,'' ujar tim dokter.

Sayang, operasi pengambilan tumor tidak sepenuhnya berhasil merubah Larry. Dia kembali beraksi setelah tumor keduanya muncul melalui scan MRI. Menurut ahli syaraf dari Universitas Virginia, Russell Swerdlow dan Jeffrey Burns, kasus Larry menghubungkan dampak tumor otak pada perilaku pedofilia.

''Kita tengah menghadapi sebuah kasus, ternyata moral seseorang sangat terkait dengan kondisi fisiknya,'' ujar Swerdlow.

Ahli syaraf David Rosenfield dari Baylor College of Medicine menyatakan tumor kepala bisa menyebabkan perubahan kepribadian dan menjadi kasus langka. Tumor ini juga memicu gangguan saraf penting lainnya. 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...