Kami Di "Lockdown" Pak, Kami Kesusahan, Sekarung Beras Ini Buat Anak Istri Kami, Alhamdulillah, Salam Sama Pak Prabowo Ya..,

KONFRONTASI -   Sebuah video menunjukkan beberapa sopir taksi mendapatkan sekarung beras.

Para sopir taksi yang sedang mangkal itu tidak tahu dari siapa yang memberikan beras itu.

Namun, ketika disebutkan nama pemberi beras itu, Menteri Perhtanan (Menhan) Prabowo Subianto, mereka tampak kaget dan mengucapkan berkali-kali terimakasih.

Serta meminta agar disampaikan salamnya kepada si pemberi.

Video itu diunggah oleh akun Instagram, @politikkebangsaan, pada Minggu (29/3/2020).

"Melalui @korps.gmd, Pak @Prabowo membagikan beras kepada para sopir taksi untuk meringankan beban harian karena kondisi masyarakat yang tengah berjuang melawan virus corona," tulis akun tersebut.

Tampak beberapa sopir taksi berwarna biru sedang mangkal di suatu daerah.

Lalu seseorang menghampirinya dan memberikan sekarung beras.

"Alhamdulillah, terimakasih ya Pak," kata salah satu sopir taksi.

"Dari Pak Prabowo," ucap si pemberi beras itu.

 

Sontak mendengar nama Prabowo para sopir taksi tampak kaget.

 

Mereka langsung mengucapkan terimakasih berkali-kali.

Sopir taksi itu juga meminta agar disampaikan salamnya.

"Alhamdulillah. Salam sama Pak Prabowo ya Pak. Kami dari sopir Blue Bird, kami kesusahan. Terimakasih Pak Prabowo," kata sopir taksi itu.

"Masya Allah bantuin orang yang susah ini. Terimakasih," lanjutnya.

 

Ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Azhar Simanjuntak, mengatakan bahwa Prabowo memang memberikan instruksi.

"Beliau memang mengintruksikan seluruh pejuang politik partai Gerindra turun ke masyarakat. Untuk membantu yang bisa dibantu khususnya pangan," kata Dahnil ketika dikonfirmasi Warta Kota, Selasa (31/3/2020).

Pasalnya, saat ini kondisi perekonomian cukup sulit.

Dimana semua lini terimbas akibat pandemi virus corona.

 

"Karena situasi sulit seperti saat ini pasti kegiatan ekonomi masyarakat turun, maka beliau memutuskan agar semua kader bisa ikut bergotongroyong membantu," jelasnya.

Bantuan yang diberikan itu menurut Dahnil berupa sembako.

Sasarannya antara lain sopir taksi, driver ojek, buruh jalanan, pedagang jalanan, dan lainnya.

Relaksasi Kredit ala Jokowi

Pupus sudah harapan para pengojek online, sopir taksi dan masyarakat yang punya tanggungan hutang atau cicilan kredit kendaraan bermotor di masa pandemi corona ini.

Relaksasi kredit yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata lebih diutamakan kepada masyarakat yang sudah dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19 atau virus corona.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman.

Menurutnya, relaksasi kredit ini sudah diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020.

 

"Sasaran utama penerima POJK adalah individu yang telah positif Covid-19 baik yang telah isolasi di Rumah Sakit dan yang melakukan isolasi mandiri," kata Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/3/2020), dikutip dari kompas.tv.

Oleh karena itu, Fadjroel menegaskan, relaksasi atau keringanan kredit bukan berarti seluruh pelaku usaha mikro kecil menengah akan mendapatkan bantuan tersebut.

 

"Prioritas bantuan berdasar POJK adalah pelaku UMKM yang sudah tidak mampu lagi mengangsur bunga dan pokok pinjamannya sebagai dampak Covid-19," kata dia.

 

Fadjroel menambahkan, debitur baru akan mendapatkan relaksasi setelah melalui tiga proses.

Pertama, debitur wajib mengajukan restrukturisasi ke bank secara online.

Kemudian, bank akan melakukan penilaian untuk menentukan debitur terdampak atau tidak terdampak, baik langsung atau tidak langsung, didasari historis pembiayaan dan kondisi terkini lainnya.

 Setelah itu, bank membuat keputusan.

"Realisasi berbagai skema relaksasi tersebut berada dalam prosedur dari bank, hasil identifikasi atas kinerja keuangan debitur ataupun penilaian atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak Covid-19," ucap Fadjroel.

 

Fadjroel melanjutkan, ada tujuh industri utama yang diprioritaskan dalam bantuan stimulus restrukturisasi kredit dari bank ini, yakni pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Relaksasi kredit bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, dan konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

"Masyarakat harus memiliki kesadaran dan kepekaan dan itikad baik dalam pelaksanaan kebijakan ini," sambung dia.

Kebijakan Jokowi

Diketahui, kebijakan relaksasi kredit ini sebelumnya diumumkan Presiden Jokowi pada Selasa (24/3/2020) lalu.

Menurut Jokowi, relaksasi ini juga berlaku bagi pengendara ojek, supir taksi hingga nelayan yang memiliki cicilan kendaraan.

Jokowi pun mengingatkan bank ataupun industri keuangan nonbank untuk tidak mengejar-ngejar cicilan.

"Bank dan industri keuangan nonbank dilarang kejar-kejar angsuran apalagi menggunakan debt collector, itu dilarang," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Jokowi memastikan aparat kepolisian tidak akan segan-segan menindak industri keuangan yang melanggar ketentuan tersebut.

"Saya minta kepolisan mencatat," kata dia.Namun setelah pernyataan Jokowi itu, pengemudi ojek online tetap didatangi debt collector. Salah satunya Latifah, warga Condet, Jakarta Timur, mengaku didatangi debt collector pada Jumat (27/3/2020) kemarin.

Latifah sudah menunjukkan video pernyataan Jokowi yang menjanjikan penangguhan cicilan kepada debt collector itu.

Namun, debt collector tersebut tetap bersikeras melakukan tagihan dan mengancam akan menarik kendaraan.

Latifah bukan satu-satunya pengemudi ojek online yang masih harus berhadapan dengan pihak leasing. Setidaknya hal tersebut yang disampaikan Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono.

Igun menyebut, banyak anggotanya masih ditagih cicilan kendaraan oleh perusahaan pembiayaan pasca-pidato Jokowi.

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dibagikan Sekarung Beras, Sopir Taksi: Alhamdulillah, Salam Sama Pak Prabowo Ya, Kami Kesusahan, https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/31/dibagikan-sekarung-beras-sop....

Editor: Mohamad Yusuf Igun mengatakan, setelah pernyataan Presiden Jokowi pada Selasa (24/3/2020) itu, sejumlah anggotanya sudah mendatangi bank atau pun perusahaan pembiayaan untuk mengajukan permohonan penangguhan cicilan.

Namun, mereka justru ditolak karena perusahaan beralasan belum mendapat pemberitahuan resmi terkait pernyataan Jokowi tersebut.

"Leasing juga mengeluarkan surat bahwa mereka ini belum dapat acuan atau pemberitahuan resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Igun dikutip dari Kompas.com, Jumat (27/3/2020).(Jft/WartaKota)

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA