25 November 2017

Jumlah Pengungsi Gempa Lembata Terus Bertambah

KONFRONTASI-Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah pengungsi hingga Kamis (12/10) terus bertambah pascagempa Bumi beberapa hari terakhir.

"Jumlahnya saat ini sudah bertambah menjadi 2.172 jiwa setelah sebelumnya pada Rabu (12/10) kemarin jumlahnya hanya mencapai 1.000 jiwa," kata Sekretaris Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa Lembata, Frans Dangku saat dihubungi dari Kupang, Kamis.

Ia menjelaskan jumlah tersebut terdiri dari 735 laki-laki, 948 perempuan dan tersebar di lima titik pengungsian yakni Di Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape di Desa Laranwutun, Kota Lewoleba dan Kedang.

Para pengungsi itu berasal dari 10 Desa, yakni Desa Napasabok, 559 jiwa, Desa Lamagute 351 Jiwa, Desa Waimatan 436 jiwa, Desa Lamawolo 289 jiwa, Desa Jontona 12 jiwa, Desa Lamatokan 24 jiwa, BungaMuda 126 jiwa, Desa Lamawara 363 jiwa, Desa Aulesa 12 jiwa.

"Saat ini para pengungsi itu tersebar di lima titik yakni Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape, Kota Lewoleba dan Kedang dan Desa Todanara," tambahnya.

Ia menambahkan, saat ini dari data yang diperoleh di lapangan kerusakan infrastruktur terparah terjadi di enam desa yakni Desa Napasabok, Sekolah SDK rusak ringan, satu gereja rusak ringan, Talud sepanjang 150 Meter rusak berat, tujuh unit rumh warga rusak ringan, 16 rumah rusak berat.

"Di Desa Waimatan, terjadi longsor dan jalan retak sepanjang dua kilometer, dua unit WC rusak berat, layanan transportasi lumpuh total, sementara semua rumah penduduk rusak ringan, di Desa Lamatokan, sebuah Polindes Rusak berat, di Desa Aulesa, satu unit SDK rusak ringan, satu unit gardu listrik rusak berat," tambahnya.

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...