Jelang Puncak Kemarau, Titik Api Potensi Meluas

Konfrontasi – Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Oktober, ini akan menyebabkan potensi titik api semakin meluas di beberapa provinsi. Hal ini diampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Selasa (16/9).

"Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Oktober, dan itu akan menjadi potensi meluasnya titik api jika tidak ada pengendalian yang serius," Ujar Nugroho

Ia mengatakan, berdasarkan data 2006-2014, pola hotspot di Sumatera dominan terjadi pada pertengahan Juni hingga Oktober 2014.

Untuk wilayah Kalimantan titik api muncul pada Agustus-Oktober dan puncak titik api terjadi pada September-Oktober. Daerah-daerah yang terbakar adalah lahan gambut yang sulit dipadamkan.

"Pemerintah setempat harus cepat mengatasi kejadian itu dengan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak guna melakukan penanggulangan dan pemadaman," Katanya.

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tujuh helikopterwater bombing untuk memperkuat BPBD dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Di Riau, satu helikopter Bolco dan satu Sikorsky digunakan untuk water bombing. Kegiatan itu dibantu 300 personel TNI dan Polri, Manggala Agni dan relawan.

Untuk Sumatera Selatan, tiga helikopter yaitu Bolco, MI-8, dan Kamov sudah beroperasi. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berkoordinasi dengan instansi terkait melakukan pemadaman dengan mengerahkan 120 personel.

Kalimantan Tengah dilakukan pemadaman udara dengan helikopter MI-8, sedangkan di darat tim gabungan dari BPBD, TNI, Polda, BMKG, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, dan relawan. Adapun di Kalimantan Barat pemadaman lewat udara dilakukan dengan helikopter Bolco dan pemadaman di darat. (brts/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...