8 April 2020

Jatim Masih Dihantui Wabah DBD

KONFRONTASI-Wabah demam berdarah dengue (DBD) terus menelan korban jiwa di Kabupaten Mojokerto dan Jombang. Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat, sejak 1 Januari hingga 26 Februari 2015, terdapat 124 penderita demam berdarah yang didominasi balita dan anak-anak.

"Dari 124 penderita, yang meninggal dunia sudah tujuh orang," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Mudji Taher, Kamis, 26 Februari 2015. Jumlah penderita di Mojokerto hingga akhir Februari meningkat pesat dibanding Januari. Selama Januari, dari 59 penderita, tiga di antaranya meninggal dunia.

Sejak Januari, Mojokerto telah menetapkan status kejadian luar biasa demam berdarah. Penetapan KLB berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010. Menurut Mudji, dana pencegahan dan penanggulangan demam berdarah di Dinas Kesehatan tahun ini sekitar Rp 400 juta. "Kalau kami butuh dana khusus untuk KLB, bisa mengajukan tambahan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Adapun di Jombang, jumlah penderita demam berdarah yang meninggal masih simpang siur. Selama 1 Januari hingga 26 Februari 2015, Dinas Kesehatan Jombang mencatat terdapat 241 penderita dengan korban meninggal dunia empat orang. "Sesuai laporan rumah sakit, jumlah yang meninggal tetap sama, empat orang," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jombang Mas Imam Ali Affandi.

Namun, berdasarkan temuan di lapangan, jumlah penderita yang meninggal bertambah tiga orang dan tidak masuk dalam pendataan Dinas Kesehatan. Mereka adalah Valinda, 3 tahun, Fahri Zafran Anindito, 7 bulan, dan Yolanda, 9 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang Heri Wibowo menyatakan, sesuai laporan rumah sakit, sampai sekarang hanya empat orang yang dilaporkan meninggal dunia. "Kami belum menerima laporan lagi dari Rumah Sakit Daerah Jombang sehingga kami tetap mencatat yang meninggal empat orang," katanya.

Direktur RSUD Jombang Puji Umbaran enggan dikonfirmasi terkait dengan jumlah pasien demam berdarah yang meninggal di rumah sakit tersebut. "Biar sinkron, langsung ke Dinas Kesehatan saja, semua sudah kami laporkan setiap hari," katanya.[mr/tmp]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...