2 April 2020

GPII: Penguasa Lengser, Anas Bebas

KONFRONTASI - Anas Urbaningrum dinilai banyak pihak sebagai korban konspirasi politik penguasa. Pasalnya, Anas diangap mengancam dinasti politik penguasa. Demikian penilaian Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) menanggapi vonis delapan tahun majelis hakim tipikor, kemarin.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis delapan tahun penjara terhadap Anas. Anas dijatuhi denda pidana sebesar Rp300 juta. Jika tidak dibayar, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan penjara.

Ketua PP GPII, Donny Arman, mengatakan vonis majelis hakim perlu dihormati. "Kami mendukung Anas untuk melakukan upaya hukum demi tegaknya kebenaran dan keadilan", kata Donny, Kamis (25/9)

Juru Bicara (Jubir) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tri Dianto menilai vonis delapan tahun penjara Anas tidak mencerminkan rasa keadilan.

"Vonis yang tidak mencerminkan rasa keadilan," katanya

Karena, menurut pria yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap ini, hakim majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tersandera dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam menjatuhkan vonis kepada Anas.

"Seharusnya hakim punya hak prerogatif sendiri, tidak usah tersandera tuntutan jaksa," pungkas Tri.[ian/snw]

 

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...