21 November 2019

AS Frustasi Hadapi Pasar Ganja Afghanistan

Konfrontasi – Konflik politik dan perang selama hampir satu dekade tidak berdampak signifikan bagi produksi ganja di Afghanistan. Produksi ganja Afghanistan mencatat rekor tertinggi selama 2013.

Pemerintah Amerika Serikat melalui tim SIGAR melaporkan program pemusnahan opium telah gagal. Pasalnya, sejumlah daerah kembali mmenanam opium setelah dibasmi beberapa tahun lalu. AS tercatat menggelontorkan biaya US$7 miliar untuk membasmi ganja di Afghanistan.

Langkah masif AS didasari fakta produksi opium memberikan bantuan dana bagi Taliban dan sejumlah kelompok kriminal lain. Beragam upaya penutupan pasar opium menemui jalan buntu karena para pejabat telah tergabung dengan sindikat narkotika.

SIGAR memperkirakan produksi ganja akan bertambah karena kondisi politik semakin tidak menentu. Inspektur Jendral Khusus untuk pembangunan kembali Afghanistan, John Sopko menjelaskan sebanyak 15 ribu hekatre lahan opium baru dibuka selama 2013.

"Para petani Afghanistan menanam 209.000 hektar ganja pada 2013, melebihi jumlah 193.000 pada 2007," papar Sopko, Rabu (22/10). 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...