25 June 2018

Duh, Sadis Banget! Mayat Dicor Semen 3 Lapis, Agar Tak Tercium di Kendal - Jateng

KONFRONTASI -  Aksi sadis yang dilakukan Didik (28) sungguh keterlaluan. 

Didik begitu tega menghabisi nyawa Fitri Angreyni (24) bahkan ia kubur dengan adonan semen sampai 3 lapis. 

Penemuan mayat wanita cantik itu sontak saja membuat heboh. 

Diketahui, mayat wanita di dalam bak mandi yang telah dicor dengan semen di sebuah rumah di desa puguh, Boja pada Jumat (23/2/2018) sore.

Rumah tersebut milik Didikyang merupakan pelaku pembegalan yang telah ditangkap Polres Kendal, Jumat siang.

Diduga mayat itu telah meninggal enam hari lalu. Mayat dicor pakai semen hingga tiga lapis agar bau menyengat tidak mencuat.

Polisi pun bongkar bak mandi itu. Dan ditemukan mayat kondisi telanjang, hanya menyisakan pakaian dalam bagian atas.

Mayat wanita itu kemudian teridentifikasi sebagai Fitri Agraeni (24) warga desa Margosari, Limbangan kabupaten Kendal.

Semasa hidup, wanita itu diduga kerja sebagai pemandu karaoke di tempat hiburan di Boja.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan hal itu terungkap saat kepolisian menangkap tersangka yang sebelumnya telah melakukan aksi pembegalan di desa Tampingan pada Jumat (23/2/2018) pagi.

Berkat keterangan korban pembegalan dan saksi kepolisian langsung melakukan pengejaran tersangka.

"Setelah diinterograsi pelaku mengaku telah melakukan perbuatan itu. Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut yang akhirnya tersangka juga mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita dan dikubur di dalam bak kemudian dicor dengan semen," ujarnya

Mengetahui keterangan dari tersangka, kepolisian langsung menuju rumah tersangka di desa puguh, Boja.

Dijelaskan, saat polisi mencari barang bukti di rumah Didik di Puguh Boja Kendal, justru menemukan mayat perempuan telanjang dalam kondisi dicor dalam bak mandi.

Lokasi penemuan mayat itu di rumah Didik (28) yang merupakan pelaku pembegalan yang telah ditangkap Polres Kendal, Jumat siang. Kejadian pembegalan di desa Tampingan Jumat pagi.

"Kami akan melakukan penilitian lebih mendalam dengan cara autopsi untuk mengetahui kematian dari mayat tersebut. Dari keterangan tersangka wanita itu ia bunuh dengan cara dicekik hingga kehabisan nafas," jelasnya.

Aris mengatakan saat ini mayat telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk otopsi lebih lanjut.

Dugaan sementara pembunuhan tersebut karena masalah hutang.

Diduga mayat itu telah meninggal enam hari lalu. Mayat dicor pakai semen hingga tiga lapis agar bau menyengat tidak mencuat.

Polisi terus melakukan penyelidikan. Setelah didesak akhirnya Didik mengakui telah mencekik Fitri hingga tewas.

"Kami akan melakukan penilitian lebih mendalam dengan cara autopsi untuk mengetahui kematian dari mayat tersebut. Dari keterangan tersangka wanita itu ia bunuh dengan cara dicekik hingga kehabisan nafas," jelasnya.

Berdasar penelusuran tribunjateng.com, Fitri mempunya dua anak yang diasuh oleh ibunda Fitri bernama Sumiyati.

Terduga begal yang akui telah habisi nyawa Fitri dan mengecor mayat di bak mandi di Boja Kendal

Didik mengakui telah mengecor mayat Fitri dalam kondisi begitu agar supaya tidak bau.

Mayat Fitri dicor hingga tiga lapis. Namun tetap ketahuan polisi saat menggeledah rumah tersebut di Puguh Boja Kendal.

Sementara, motif Didik menghabisi nyawa Fitri karena masalah hutang piutang. Itu menurut pengakuan Didik yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Keterangan tersangka bahwa saat itu dia jengkel terhadap korban. Karena saat ditagih untuk membayar hutang, korban malah mengatakan kata-kata kasar," kata Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar, setelah menginterogasi Didik.

Namun demikian polisi masih mendalami motif tersangka.

Pasalnya ada dugaan hubungan istimewa antara Fitri dan Didik. (Jft/Sripo)


 
 
 
 
 
 
 
 
 
Category: 
Loading...