Divonis 6,5 Tahun Penjara, Kakek Cabul Ini Nangis

KONFRONTASI- Seorang kakek berusia 71 tahun menangis di ruang tahanan pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Lampung, .  Dia  tidak terima dengan vonis majelis hakim yang menghukumnya 6,5 tahun penjara.

"Saya tidak terima. Ini tidak sesuai sama perbuatan saya dan apa yang saya lakukan,” kata kakek bernama Sapri tersebut. . Tahanan lain pun terpaksa harus menenangkannya.

Dalam sidang yang dipimpin Akhmad Suhel kemarin (14/7), Sapri yang merupakan warga Pidada, Panjang, Bandarlampung, itu divonis enam tahun enam bulan penjara. Ia juga diharuskan membayar denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

’’Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan tindakan cabul terhadap anak di bawah umur. Menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun enam bulan dikurangi masa penahanan," kata Akhmad Suhel.

Sapri dinyatakan terbukti melanggar pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35/2014 perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 64 ayat 1 ke-1 KUHP.

Usai pembacaan vonis, Sapri sempat meminta keringanan hukuman. Namun ketua majelis hakim menolak. ”Tidak bisa. Kalau tidak terima, silahkan Anda ajukan banding," tegas Suhel.

Vonis tersebut lebih ringan empat tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Patar Danial. Dalam sidang sebelumnya, jaksa menuntut Sapri dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Ia diajukan ke persidangan lantaran mencabuli empat anak di bawah umur yang masih bertetangga dengannya. Yakni Mn (13), Vm,(10) Ln (10), dan Rm (13).

Sapri melakukan perbuatannya di kamar mandi sebuah SMA negeri di kawasan tersebut. Di sana, ia memang bekerja sebagai penjaga sekolah. Kali terakhir, peristiwa itu terjadi 15 Januari silam.

Sebelumnya, Sapri membujuk keempat korbannya dengan janji diberikan uang dan gorengan. Lalu mereka dibawa ke kamar mandi sekolah dan dicabuli. Namun aksinya diketahui salah satu kerabat korban. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi.[mr/jpnn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...